Pengertian Harta Gono Gini di Ajaran Islam Lengkap

Pengertian Harta Gono Gini – Pembahasan mengenai Harta Gono Gini didalam Ajaran Islam telah diatur secara rinci, dengan ketentuan – ketentuan yang sudah ditetapkan didalamnya. Selain itu di Indonesia sendiri, masalah Harta Gono Gini telah diatur pula oleh Undang – Undang Perkawinan didalam Negara Indonesia dan bisa kalian lihat didalam UUD Pasal 35 tentang UU Perkawinan, bahwa didalam Pasal UUD tersebut telah diterangkan bahwa Harta Gono Gini adalah Harta yg diperoleh pada Masa Perkawinan dan menjadi Milik Bersama.

Hanya saja, sebagai Penulis sangat meyakini bahwa diluar sana tentunya masih banyak Para Pembaca dan Masyarakat Muslim yang belum begitu memahami dan belum begitu mengerti secara lebih detail mengenai Apa Itu Harta Gono Gini didalam Ajaran islam. Untuk itu Penulis telah menjelaskan penjelasan secara lebih rinci mengenai Pengertian dan Hukum Harta Gono Gini yang bisa kalian baca dibawah ini :

pengertian harta gono gini lengkap

A. Pengertian Harta Gono Gini

Langsung saja didalam Pengertian Harta Gono Gini didalam Ajaran Islam adalah harta yang dimiliki sepasang suami istri yang didapatkan semasa pernikahan. Selain itu sebagaimana diterangkan dalam pasal 35 Undang – Undang Perkawinan di Indonesia, bahwa Pengertian Harta Gono Gini ini ialah harta yg diperoleh selama masa perkawinan yg menjadi harta milik bersama, baik Suami dan Istri. Akan tetapi Macam – Macam Harta Gono Gini ini mempunyai 3 kemungkinan yg antara lain :

1. Harta Milik Suami Saja

Harta Gono Gini dimana harta itu merupakan harta sepenuhnya milik suami tanpa ada kepemilikan istri didalam harta tersebut. Untuk Contoh Jenis Harta Gono Gini ini antara lain Harta Suami yg dimiliki sebelum masa pernikahan yg didapatkan dari hasil usaha atau kerja dan tidak diberikan nafkah kpd istri, atau Harta Suami yg dihibahkan oleh orang lain kepada suami secara khusus, ataupun harta yg diwariskan, dan lain lain.

2. Harta Milik Istri Saja

Harta Miliki Istri saja, maksudnya ialah harta yg sepenuhnya milik istri tanpa ada kepemilikian Sang Suami di dlm harta tersebut. Contoh Jenis Harta Gono Gini ini antara lain harta sang istri yg dimiliki sebelum masa pernikahan yg didapatkan dari hasil usaha atau kerja serta tidak harus menanggung kewajibannya sebagai seorang istri, atau harta yang dihibahkan oleh orang lain secara khusus untuknya, atau harta yang diwariskan kepada istri.

3. Harta Milik Bersama

Harta Milik Bersama antara Suami dan Istri setelah Menikah. Contohnya ialah Harta yg dihibahkan oleh seseorang kepada sepasang suami istri, atau harta benda misal rumah, tanah, dan yg lainnya yg dibelikan dari uang miliki berdua, ataupun harta yg dimiliki setelah menikah dan sepasang suami istri sama – sama memiliki penghasilkan. Dan Macam Harta Gono Gini yg ketiga inilah yg nantinya menjadi Harta Gono Gini.

B. Hukum Harta Gono Gini di Ajaran Islam

Didalam syariat tidak ada perhitungan pasti dalam pembagian harta gono gini, semisalnya istri mendapatkan 50% dan suami 50%. Hal tersebut dikarenakan tidak adanya nash yg mewajibkan demikian, baik didalam Al Qur’an ataupun hadits, akan tetapi pembagiannya ditinjau berdasarkan dari beberapa kemungkinan, dan dari beberapa kemungkinan tersebut bisa kalian lihat penjelasannya didalam Hukum Harta Gono Gini dibawah ini :

1. Jika diketahui dengan pasti perhitungan harta suami dan istri pada saat masa pernikahan. Yaitu harta hasil kerja suami yang telah diketahui dengan pasti setelah dikurangi untuk nafkah keluarga, serta hasil kerja istri yang telah dihitung dengan pasti. Maka dengan itu, perhitungan harta gono gini tersebut sudah sangat jelas sesuai dengan perhitungan tersebut.

2. Jika tidak diketahui perhitungan harta suami dan istri, dimana suami istri sama – sama bekerja untuk membangun ekonomi keluarga dan kebutuhan keluarga ditanggung hasil kerja mereka. Menjadikan sisa harta yang dimiliki tidak jelas. Dengan kondisi seperti ini harta gono gini tidak mungkin dapat dibagikan terkecuali menggunakan jalan sulh, ‘urf, ataupun qadha (putusan).

Adapun untuk Jalan Sulh sendiri merupakan kesepakatan antara sepasang suami istri yg didasarkan oleh musyawarah dengan dasar saling ridho. Dengan dalil yg menerangkan tentang Jalan Sulh Harta Gono Gini, dari Katsir bin Abdillah bin Amr bin Auf al Muzani, dari bapaknya dari kakeknya, mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda berbunyi :

” Berdamai itu boleh dilakukan antara kaum muslimin, terkecuali sebuah perdamaian yg mengharamkan yg halal atau menghalalkan yang haram. Dan kaum muslimin itu tergantung pada syarat mereka, terkeculai syarat yg mengharamkan yg halal atau menghalalkan yang haram (HR. Tirmidzi, Ahmad, dan Abu Dawud) ”.

Selain itu terdapat hadits riwayat dari Aisyah, sesungguhnya Hidun binti Utbah mengatakan : ” Wahai Rasulullah, seseungguhnya Abu Sufyan seorang yg sangat pelit, dia tidak memberikan harta yg cukup untukku serta anakku, kecuali apa yg saya ambil sendiri tanpa sepengetahuannya ”. Maka Rasulullah SAW bersabda yang artinya : ” Ambilah yg cukup bagimu dan anakmu dengan cara yg ma’ruf (HR. Bukhari dan Muslim) ”.

Demikianlah pembahasan mengenai Pengertian Harta Gono Gini dan Hukum Harta Gono Gini di Ajaran Islam, semoga saja apa yang telah dituliskan oleh Penulis tentang Harta Gono Gini bisa bermanfaat bagi kalian Para Pembaca Online, karena Penulis sangat yakin bahwa ulasan Harta Gono Gini ini sama pentingnya dengan ulasan Syarat – Syarat Menikah Bagi Calon Suami dan Calon Istri didalam Ajaran Islam, sehingga Penulis sangat berharap dengan adanya ulasan ini maka kalian Para Pembaca Muslim yg sudah menikah dan akan menikah sudah cukup tau tentang Harta Gono Gini.