Materi Islam

syarat wajib dan syarat sah shalat fardhu

3 Syarat Wajib Shalat dan 5 Syarat Sah Shalat Fardhu Lengkap

Pembahasan mengenai Syarat Wajib Shalat dan Syarat Sah Shalat sangatlah perlu untuk pahami oleh Para Pembaca Muslim, karena Syarat Wajib dan Syarat Sah Shalat merupakan persyaratan yang harus ada oleh setiap Muslim sebelum mengerjakan Shalat Wajib Lima Waktu disetiap harinya. Adapun Syarat Sholat dan Syarat Sah Sholat dalam konteks ini merupakan sesuatu yg menjadi penentu suatu keabsahan suatu Shalat, dan bukan bagian dari Sholat sehingga Syarat Sah dan Syarat Wajib ini berbeda dg Rukun Shalat karena Rukun Shalat merupakan bagian dari Shalat.

Hal ini tentu sangat penting sekali bagi kalian Para Pembaca Muslim – Muslimah karena mengerjakan Sholat Wajib Lima Waktu merupakan termasuk kedalam Rukun Islam Pertama dan suatu Kewajiban yang harus dilakukan (dikerjakan) oleh setiap Muslim di setiap harinya. Dalam hal ini bisa kalian lihat didalam Firman Allah Subhanahu wa ta’ala di Al Qur’an Surat Ta Ha Ayat 14 yang berbunyi : ” Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yg hak) selain Aku, maka sembah-lah Aku dan dirikan-lah Sholat untuk mengingat Aku (QS. Ta Ha, Ayat 14) ”.

Selain itu bisa kalian lihat juga didalam Firman Allah Subhanahu wa ta’ala, didalam Al Qur’an Surat Al Baqarah Ayat 43 yang berbunyi : ” Dan dirikanlah Sholat, Tunaikan-lah Zakat, dan rukulah beserta orang2 yg ruku (QS. Al Baqarah Ayat 43) ”. Dengan melihat Perintah Mengerjakan Sholat didalam Al Qur’an tersebut, maka sudah dipastikan bahwa Sholat Fardhu Lima Waktu merupakan suatu kewajiban yang harus dilakukan dan dikerjakan oleh setiap Muslim – Muslimah yang telah memenuhi Syarat Wajib dan Syarat Sah Shalatnya.

syarat wajib dan syarat sah shalat fardhu

3 Syarat Wajib Shalat Fardhu di Ajaran Islam

Untuk Pengertian Syarat Wajib Shalat Fardhu adalah suatu persyaratan (ketentuan) yang harus ada bagi setiap Muslim – Muslimah yang akan mengerjakan Shalat Fardhu, dan jika salah satu Syarat Wajib Sholat Fardhu ini tidak ada (belum terpenuhi) maka seseorang tersebut belum diwajibkan untuk mengerjakan Sholat Wajib Lima Waktu.

Adapun didalam Syarat Wajib Shalat sendiri masih sama dengan syarat – sayarat wajib ibadah lainnya, dan menurut Syekh Muhammad bin Qasim dalam Fathul Qarib telah menerangkan bahwa Syarat Wajib Shalat terbagi menjadi 3 yakni Islam, Baligh dan Berakal. Mungkin bisa kalian pahami penjelasan mengenai 3 Syarat Wajib Menunaikan Sholat Fardhu tersebut dibawah ini :

1. Islam

Syarat Wajib Mengerjakan Shalat Fardhu yang pertama ialah Beragama Islam, atau telah memeluk Agama Islam karena telah dijelaskan didalam Al Qur’an bahwa setiap Muslim – Muslimah itu telah diwajibkan untuk mengerjakan Sholat, sehingga jika Seorang Non Muslim maka tidak diwajibkan untuk mengerjakan Shalat Wajib Lima Waktu.

2. Baligh (Dewasa)

Untuk Syarat Wajib Melaksanakan Shalat Fardhu kedua ialah sudah Baligh atau sudah Dewasa. Konteks Baligh (Dewasa) didalam Ajaran Islam sendiri telah dijelaskan bahwa Ciri – Ciri Seseorang telah Dewasa (Baligh) antara lain sudah menginjak Umur kurang lebih 12 tahun – 15 tahun, sudah mengalami Mimpi Basah bagi Muslim Laki – Laki, dan sudah mulai keluar Darah Haid atau sering disebut dengan Datang Bulan untuk Muslimah Perempuan.

3. Berakal

Syarat Wajib Shalat Wajib Yang Ketiga ialah Berakal (Tidak Gila), karena Shalat merupakan Hubungan Manusia dengan Allah maka Manusia yang sehat Akalnya (Berakal) yang diwajibkan untuk mengerjakan Shalat Wajib Lima Waktu. Oleh karena itu bagi Seseorang Muslim – Muslimah yang mengalami kelainan Akal atau tidak sehat akalnya (Gila) maka tidak diwajibkan untuk mengerjakan Shalat Wajib Lima Waktu.

5 Syarat Sah Shalat Fardhu di Ajaran Islam

Kemudian untuk Pengertian Syarat Sah Shalat Fardhu adalah ketentuan – ketentuan (Syarat) yang harus dilakukan atau harus ada bagi setiap Muslim – Muslimah yang akan mengerjakan Shalat Wajib Lima Waktu, agar Shalat Wajib Lima Waktu yang dikerjakannya menjadi Sah. Adapun untuk Macam – Macam Syarat Sah Shalat Fardhu sendiri terdiri dari 5 macam, dan penjelasan mengenai 5 Macam Syarat Sah Mengerjakan Shalat Fardhu ini bisa kalian lihat dibawah ini :

1. Suci Badan Dari Hadats dan Najis

Untuk Syarat Sah Menunaikan Shalat Wajib Lima Waktu yang pertama ialah suci dari Hadats dan Najis. Dalam konteks ini dengan Berwudhu sebelum mengerjakan Shalat untuk Suci dari Hadats dan Najis Kecil, sedangkan Mandi Wajib untuk bersuci dari Hadats Besar. Terdapat Sabda Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam dari Hadits Ibnu Umar yang berbunyi : ” Allah tidak akan menerima Sholat yg dikerjakan tanpa Bersuci ”.

2. Menutup Aurat Dengan Pakaian Yang Suci

Untuk Syarat Sah Melaksanakan Shalat Fardhu yang kedua ialah menutup Aurat dengan Pakaian yang suci. Terdapat Hadits Shahih dari Aisyah Ra bahwa Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam bersabda : ” Allah tidak akan menerima Sholat-nya seorang Baligh (Dewasa) kecuali dengan mengenakan Khimar ”.

3. Berada Ditempat Yang Suci

Maksud dari Syarat Sah Shalat Fardhu yang ketiga ini ialah mengerjakan Shalat ditempat – tempat yang Suci dari Hadats dan Najis. Perlu kalian ketahui bahwa terdapat tempat – tempat yang dilarang untuk mengerjakan Shalat yakni shalat ditempat pembuangan sampah, tempat penyembelihan hewan, ditengah – tengah jalan, shalat di kamar mandi, shalat di Kuburan, shalat di Kandang Unta dan shalat diatas bangunan Ka’bah Mekkah.

4. Mengetahui Masuk Waktu Shalat

Syarat Sah Sholat Wajib Lima Waktu Yang Keempat adalah mengetahui waktu shalat wajib lima waktu tersebut, karena Shalat Wajib Lima Waktu (Shalat Subuh, Shalat Dzuhur, Shalat Ashar, Shalat Maghrib dan Shalat Isya) mempunyai waktu yang berbeda – beda sehingga seorang Muslim – Muslimah harus mengetahui Masuknya Waktu Shalat Wajib tersebut, sehingga tidak akan Sah Shalatnya jika mengerjakan Shalat Wajib ketika belum masuk waktunya shalat.

5. Menghadap Kiblat

Macam Syarat Sah Shalat Wajib Lima Waktu yang terakhir ialah mengerjakan Shalat menghadap ke Arah Kiblat. Dalam hal ini bisa kalian lihat Firman Allah Subhanahu wa ta’ala didalam Al Qur’an Surat Al Baqarah, Ayat 150 yang berbunyi : ” …. maka palingkan-lah wajahmu ke Masjidil haram. Dan dimana saja km sekalian berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya…. (QS. Al Baqarah, Ayat 150) ”.

Untuk Perbedaan Syarat Sah dan Syarat Wajib Shalat adalah jika setiap Muslim – Muslimah telah memenuhi Ketiga Macam Syarat Wajib Shalat yang telah dijelaskan diatas maka Muslim – Muslimah diwajibkan untuk mengerjakan Shalat Fardhu Lima Waktu disetiap harinya. Adapun untuk Lima Syarat Sah Dalam Shalat harus ada oleh setiap Muslim – Muslimah, itu untuk memenuhi ketentuan – ketentuan (Syarat) yang harus dilakukan bagi setiap Muslim – Muslimah supaya Shalat Wajib Lima Waktu yang dilaksanakannya menjadi Sah.

Mungkin hanya seperti itu saja penjelasan mengenai Syarat Wajib dan Syarat Sah Shalat Fardhu Lima Waktu, dan semoga saja Materi Islam yang telah dijelaskan didalam Website Mistamaja HP ini bisa berguna dan bermanfaat bagi kalian Para Pembaca Muslim – Muslimah Online di Indonesia, karena tidak bisa dipungkiri pula bahwa diluar sana pasti masih ada beberapa Pembaca Muslim – Muslimah yang belum begitu memahami dan mengerti akan Syarat Wajib Shalat dan Syarat Sah Shalat ini.

Materi Pembelajaran Terbaru

  • syarat sah shalat
  • syarat sah sholat
  • syarat wajib shalat
  • syarat sholat
  • syarat wajib sholat
  • syarat shalat
  • syarat sah
  • syarat sah solat
  • sarat sah solat
  • syarat wajib
pengertian nasakh secara lengkap

Pengertian Nasakh dan Contoh Nasakh Secara Lengkap

Pengertian Nasakh dan Contoh Nasakh merupakan salah satu Materi Islam yang cukup penting untuk dibahas dan diulas secara lebih dalam, karena memang tidak bisa dipungkiri bahwa diluar sana masih banyak Para Pembaca Muslim dan Muslimah yang belum cukup memahami tentang Materi Islam Nasakh ini. Untuk alasan tersebutlah, Penulis Mistamaja HP akan membahas Pengertian, Contoh dan Macam Nasakh secara lebih detail kepada kalian Para Pembaca Muslim dan Muslimah.

pengertian nasakh secara lengkap

A. Pengertian Nasakh

Langsung saja didalam Pengertian Nasakh secara istilah sendiri adalah sesuatu ungkapan yg memiliki arti membatalkan sesuatu, kemudian menempatkan hal lainnya sebagai pengganti, dengan cara menghapus semuanya atau memindahkan.

Adapun perlu kalian ketahui bahwa Pengertian Nasakh didalam Al Qur’an sendiri terbagi menjadi 2, yakni : Nasikh dan Mansukh. Pengertian Nasikh ialah menghapus (pengganti), dan Pengertian Mansukh ialah yg dihapus (diganti).

Hanya saja terdapat beberapa pendapat lainnya mengenai Pengertian Nasakh ini, kurang lebih terdapat 4 Pengertian Nasakh yang perlu kalian ketahui yg antara lain :

1. Nasakh merupakan membatalkan hukum yg diperoleh dari nash (dalil) yg pertama, dibatalkan dgn ketentuan nash (dalil) yg datang kemudian.

2. Nasakh merupakan menghapus hukum syara’ dgn menggunakan dalil syara’ pula.

3. Nasakh merupakan menghapus hukum syara’ dgn menggunakan dalil syara’ pula dgn adanya tenggat waktu, dengan catatan kalau sekiranya tidak ada nasakh itu hukum yg pertama akan tetap berlaku.

4. Nasakh ialah membatasi keumuman nash yg terdahulu maupun yg mengqayidi (menentukan) arti dari lafad mutlak-nya dgn nash.

B. Macam – Macam Nasakh di Ajaran Islam

Kemudian untuk Macam dan Jenis Nasakh sendiri dibedakan menjadi Empat Macam Nasakh yang antara lain :

1. Nasakh Al Qur’an dengan Al Qur’an,

2. Nasakh Al Qur’an dengan Al Sunnah

Dalam hal ini bisa kalian lihat didalam Firman Allah SWT yg berbunyi : ” Diwaijbkan atas kamu, apabila maut hendak menjemput seseorang diantara kamu, jika dia meninggalkan harta, berwasiatlah utk kedua orang tua serta karib kerabat dgn cara yg baik, sebagai kewajiban bagi orang – orang yg bertakwa (QS. Al-Baqarah ayat 180) ”.

3. Nasakh Sunnah dengan Al Qur’an

Macam Nasakh ini menghapus ketetapan yg didasarkan pada sunnah, dan digantikan dg hukum yg didasarkan pada Al Qur’an. Seperti di Naskh nya arah Kiblat Shalat Baitul Maqdis yg berdasarkan sunnah dengan firman Allah SWT berikut:

” Kami melihat wajah-mu (Muhammad) sering menegadah ke-arah langit, maka akan kami palingkan engkau ke kiblat yg engkau senangi. maka hadapkan-lah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja km berada, hadapkan-lah wajahmu ke arah itu…. (QS. Al Baqarah ayat 144) ”.

4. Nasakh Sunnah dg Sunnah

Nasakh ini sendiri terbagi menjadi 4 bagian, yakni:

– Nasakh sunnah yg mutawatir dengan mutawatir.
– Nasakh sunnah yg ahad dengan yg ahad.
– Nasakh sunnah yg ahad dengan yg mutawatir.
– Nasakh sunnah yg mutawatir dengan yg ahad.

C. Hikmah – Hikmah Nasakh

Sedangkan didalam Hikmah dan Keutamaan Nasakh yg bisa didapatkan oleh seorang Muslim – Muslimah antara lain.

1. Bisa memelihara kemaslaha’tan hamba dgn syariat yg lebih bermanfaat untuk mereka, kpd agama serta dunianya sepanjang zaman.

2. Masa perkembangan dlm pembentukan tasyri’, sehingga mencapai kesempurnaan.

3. Sebagai bentuk ujian serta cobaan dgn melaksanakan serta meninggalkan.

4. Menjaga agar perkembangan hukum Islam senantiasa terkait dengan perkembangan zaman.

5. Memberikan keringanan kepada umat Islam.

Nasakh dapat diketahui melalui riwayat yg tegas dari Rasulullah SAW ataupun dari seorang shahabi yg mengatakan : Ayat ini menasakhkan ayat itu. Terkadang dgn nasakh ini pertentangan antara dua ayat dapat terselesaikan, tentunya saja dgn mengetahui sejarah sehingga dpt diketahui mana yg lebih awal ataupun akhir turunnya, dan didalam mengetahui nasakh tidak boleh berandar kdp para mufassirin atau ijtihad para mujtahidin tanpa didasarkan kpd nash yg sahih.

Mungkin seperti itu saja pembahasan mengenai Pengertian Nasakh, Macam Nasakh dan Contoh Nasakh. Semoga saja apa yang dituliskan oleh Penulis disini bisa berguna dan bermanfaat bagi kalian Para Pembaca Muslim – Muslimah karena sekali lagi perlu ditekankan disini bahwa Materi Nasakh ini cukup penting sehingga sudah sangat bijak sekali bagi kalian Para Pembaca untuk mengetahui dan memahami Materi Islam Nasakh ini.

Materi Pembelajaran Terbaru

  • pengertian nasakh
  • nasakh
  • contoh nasakh
  • contoh nasikh dan mansukh
  • contoh nasikh mansukh
  • apa yg dinamakan nasakh
  • pengertian naskh dan mansyuk bendera contoh harian ya masing2
  • contoh Nasakh Sunnah Dengan Al Quran
  • nasakh adalah
  • makna nasak beserta contohnya
pengertian bacaan mad wajib muttashil

Apa Yang Dimaksud Bacaan Mad Wajib Muttashil

Bacaan Mad Wajib Muttashil – Pembahasan mengenai Apa Itu Mad Wajib Muttashil tentunya cukup penting bagi Para Pembaca Online di Mistamaja HP dan Para Pelajar Muslim Muslimah yang ada di Indonesia, karena tidak bisa dipungkiri bahwa Mad Wajib Muttashil ini termasuk kedalam salah satu Macam Ilmu Tajwid didalam membaca Al Qur’an yg paling banyak dicari oleh Para Pembaca dan Para Pelajar Muslim di Tanah Air.

Mungkin langsung saja didalam Pengertian Bacaan Mad Wajib Muttashil adalah salah satu ilmu tajwid yg harus dibaca Bersambung jika terdapat Huruf Hijaiyah Mad Thobi’ie bertemu dengan Huruf Hijaiyah Hamzah dalam Satu Kata didalam Bacaan Ayat Al Qur’an. Hal tersebut dikarenakan, secara garis besar Mad Wajib Muttashil ini terbagi menjadi 3 Suku kata yakni Mad (Panjang), Wajib (Harus) dan Kata Muttashil (Bersambung).

Cara Membaca Bacaan Mad Wajib Muttashil

pengertian bacaan mad wajib muttashil

Kemudian setelah kalian cukup mengetahui tentang Apa Itu Mad Wajib Muttashil dan Pengertian Mad Wajib Muttashil, maka dibawah ini perlu kalian ketahui juga Tata Cara Membaca Mad Wajib Muttashil didalam membaca Al Qur’an. Untuk Cara Membaca Bacaan Mad Wajib Muttashil ini harus dipanjangkan (bersambung) sampai 2 1/2 Alif, atau bisa dikatakan sepanjang 5 Harokat atau 2 1/2 kali panjang Mad Thobi’ie.

Dan perlu ditekankan sekali lagi kepada kalian Para Pembaca dan Para Pelajar Muslim di Laman Website Mistamaja HP, bahwa Cara Membaca Bacaan Mad Wajib Muttashil yg dipanjangkan (bersambung) sampai 2 1/2 Alif (Sepanjang 5 Harokat) ini berlaku jika terdapat Huruf Hijaiyah Mad Thobi’ie bertemu dengan Huruf Hijaiyah Hamzah didalam Satu Kata Ayat Al Qur’an.

Mungkin seperti itulah pembahasan secara lebih sederhana mengetahui Apa Yang Dimaksud Dengan Bacaan Mad Wajib Muttashil, dan semoga saja ulasan ini bisa berguna dan bermanfaat bagi kalian Para Pembaca Muslim dan Pelajar Muslim di Indonesia, karena ulasan ini sama pentingnya dengan ulasan Contoh Bacaan Mad Wajib Muttashil didalam Al Qur’an.

Sebelum mengakhiri tulisan ini, ada baiknya kalian mengetahui bahwa membaca Al Qur’an itu sangatlah banyak keutamannya, dan salah satunya akan mendapatkan Pahala yg banyak. Konteks ini bisa kalian lihat didalam Sabda Nabi Muhammad SAW yg berbunyi : ” Siapa saja yg membaca 1 Huruf dari Kitab Allah (Kitab Suci Al Qur’an), maka bagi-nya 1 kebaikan, 1 kebaikan itu akan dibalas sebanyak 10 kali lipatnya (Hadits Riwayat At Tirmidzi) ”.

Materi Pembelajaran Terbaru

  • mad wajib muttasil
  • pengertian mad wajib muttasil
  • mad wajib
  • mad wajib muttashil adalah
  • Apa itu mad wajib muttasil
  • mad wajib muttashil
  • cara membaca mad wajib muttasil
  • mad wajib mutasil
  • mad wa
  • penjelasan mad wajib muttasil
pengertian harta gono gini lengkap

Pengertian Harta Gono Gini di Ajaran Islam Lengkap

Pengertian Harta Gono Gini– Pembahasan mengenai Harta Gono Gini didalam Ajaran Islam telah diatur secara rinci, dengan ketentuan – ketentuan yang sudah ditetapkan didalamnya. Selain itu di Indonesia sendiri, masalah Harta Gono Gini telah diatur pula oleh Undang – Undang Perkawinan didalam Negara Indonesia dan bisa kalian lihat didalam UUD Pasal 35 tentang UU Perkawinan, bahwa didalam Pasal UUD tersebut telah diterangkan bahwa Harta Gono Gini adalah Harta yg diperoleh pada Masa Perkawinan dan menjadi Milik Bersama.

Hanya saja, sebagai Penulis sangat meyakini bahwa diluar sana tentunya masih banyak Para Pembaca dan Masyarakat Muslim yang belum begitu memahami dan belum begitu mengerti secara lebih detail mengenai Apa Itu Harta Gono Gini didalam Ajaran islam. Untuk itu Penulis telah menjelaskan penjelasan secara lebih rinci mengenai Pengertian dan Hukum Harta Gono Gini yang bisa kalian baca dibawah ini :

pengertian harta gono gini lengkap

A. Pengertian Harta Gono Gini

Langsung saja didalam Pengertian Harta Gono Gini didalam Ajaran Islam adalah harta yang dimiliki sepasang suami istri yang didapatkan semasa pernikahan. Selain itu sebagaimana diterangkan dalam pasal 35 Undang – Undang Perkawinan di Indonesia, bahwa Pengertian Harta Gono Gini ini ialah harta yg diperoleh selama masa perkawinan yg menjadi harta milik bersama, baik Suami dan Istri. Akan tetapi Macam – Macam Harta Gono Gini ini mempunyai 3 kemungkinan yg antara lain :

1. Harta Milik Suami Saja

Harta Gono Gini dimana harta itu merupakan harta sepenuhnya milik suami tanpa ada kepemilikan istri didalam harta tersebut. Untuk Contoh Jenis Harta Gono Gini ini antara lain Harta Suami yg dimiliki sebelum masa pernikahan yg didapatkan dari hasil usaha atau kerja dan tidak diberikan nafkah kpd istri, atau Harta Suami yg dihibahkan oleh orang lain kepada suami secara khusus, ataupun harta yg diwariskan, dan lain lain.

2. Harta Milik Istri Saja

Harta Miliki Istri saja, maksudnya ialah harta yg sepenuhnya milik istri tanpa ada kepemilikian Sang Suami di dlm harta tersebut. Contoh Jenis Harta Gono Gini ini antara lain harta sang istri yg dimiliki sebelum masa pernikahan yg didapatkan dari hasil usaha atau kerja serta tidak harus menanggung kewajibannya sebagai seorang istri, atau harta yang dihibahkan oleh orang lain secara khusus untuknya, atau harta yang diwariskan kepada istri.

3. Harta Milik Bersama

Harta Milik Bersama antara Suami dan Istri setelah Menikah. Contohnya ialah Harta yg dihibahkan oleh seseorang kepada sepasang suami istri, atau harta benda misal rumah, tanah, dan yg lainnya yg dibelikan dari uang miliki berdua, ataupun harta yg dimiliki setelah menikah dan sepasang suami istri sama – sama memiliki penghasilkan. Dan Macam Harta Gono Gini yg ketiga inilah yg nantinya menjadi Harta Gono Gini.

B. Hukum Harta Gono Gini di Ajaran Islam

Didalam syariat tidak ada perhitungan pasti dalam pembagian harta gono gini, semisalnya istri mendapatkan 50% dan suami 50%. Hal tersebut dikarenakan tidak adanya nash yg mewajibkan demikian, baik didalam Al Qur’an ataupun hadits, akan tetapi pembagiannya ditinjau berdasarkan dari beberapa kemungkinan, dan dari beberapa kemungkinan tersebut bisa kalian lihat penjelasannya didalam Hukum Harta Gono Gini dibawah ini :

1. Jika diketahui dengan pasti perhitungan harta suami dan istri pada saat masa pernikahan. Yaitu harta hasil kerja suami yang telah diketahui dengan pasti setelah dikurangi untuk nafkah keluarga, serta hasil kerja istri yang telah dihitung dengan pasti. Maka dengan itu, perhitungan harta gono gini tersebut sudah sangat jelas sesuai dengan perhitungan tersebut.

2. Jika tidak diketahui perhitungan harta suami dan istri, dimana suami istri sama – sama bekerja untuk membangun ekonomi keluarga dan kebutuhan keluarga ditanggung hasil kerja mereka. Menjadikan sisa harta yang dimiliki tidak jelas. Dengan kondisi seperti ini harta gono gini tidak mungkin dapat dibagikan terkecuali menggunakan jalan sulh, ‘urf, ataupun qadha (putusan).

Adapun untuk Jalan Sulh sendiri merupakan kesepakatan antara sepasang suami istri yg didasarkan oleh musyawarah dengan dasar saling ridho. Dengan dalil yg menerangkan tentang Jalan Sulh Harta Gono Gini, dari Katsir bin Abdillah bin Amr bin Auf al Muzani, dari bapaknya dari kakeknya, mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda berbunyi :

” Berdamai itu boleh dilakukan antara kaum muslimin, terkecuali sebuah perdamaian yg mengharamkan yg halal atau menghalalkan yang haram. Dan kaum muslimin itu tergantung pada syarat mereka, terkeculai syarat yg mengharamkan yg halal atau menghalalkan yang haram (HR. Tirmidzi, Ahmad, dan Abu Dawud) ”.

Selain itu terdapat hadits riwayat dari Aisyah, sesungguhnya Hidun binti Utbah mengatakan : ” Wahai Rasulullah, seseungguhnya Abu Sufyan seorang yg sangat pelit, dia tidak memberikan harta yg cukup untukku serta anakku, kecuali apa yg saya ambil sendiri tanpa sepengetahuannya ”. Maka Rasulullah SAW bersabda yang artinya : ” Ambilah yg cukup bagimu dan anakmu dengan cara yg ma’ruf (HR. Bukhari dan Muslim) ”.

Demikianlah pembahasan mengenai Pengertian Harta Gono Gini dan Hukum Harta Gono Gini di Ajaran Islam, semoga saja apa yang telah dituliskan oleh Penulis tentang Harta Gono Gini bisa bermanfaat bagi kalian Para Pembaca Online, karena Penulis sangat yakin bahwa ulasan Harta Gono Gini ini sama pentingnya dengan ulasan Syarat – Syarat Menikah Bagi Calon Suami dan Calon Istri didalam Ajaran Islam, sehingga Penulis sangat berharap dengan adanya ulasan ini maka kalian Para Pembaca Muslim yg sudah menikah dan akan menikah sudah cukup tau tentang Harta Gono Gini.

Materi Pembelajaran Terbaru

  • harta gono gini adalah
  • harta gono gini
  • yang dimaksud harta gono gini itu apa
  • gono gini adalah
  • pengertian harta gona gini
  • pengertian gono gini
  • gonogini
  • fungsi harta gono gini
  • apakah harta gon
  • yg d maksud harta gono gini itu apa
pengertian suudzon dan contohnya

Pengertian Suudzon dan Contoh Suudzon Terlengkap

Pengertian Suudzon dan Contohnya – Pertanyaan seputar Sifat Suudzon sudah tentu banyak ditanyakan oleh beberapa Kalangan Masyarakat Muslim di Indonesia, karena tidak bisa dipungkiri bahwa Suudzon sering terjadi di Kehidupan Sehari – Hari setiap Insan Manusia. Apalagi Manusia sebagai Makhluk Hidup yg mempunyai banyak sekali Kesalahan dan Kekurangan, tentunya sering sekali Bersuudzon, baik disadari maupun tidak disadari.

Oleh sebab itu bagi kalian Para Pembaca Online, ada baiknya untuk mengkaji dan mempelajari lebih dalam mengenai Suudzon yang telah dituliskan oleh Penulis di bawah ini, karena dengan mengenal secara lebih dalam tentang Suudzon maka kalian bisa menyadari bahwa Suudzon itu termasuk kedalam Sifat Tercela dan akan mendapatkan Dosa bagi Setiap Muslim – Muslimah yang selalu Bersuudzon.

pengertian suudzon dan contohnya

Pengertian Suudzon di Ajaran Islam

Kemudian Apa Itu Suudzon ?. Pengertian Suudzon adalah salah satu Sifat Buruk (Sifat Tercela) dengan mencari – cari kesalahan orang lain, bisa disimpulkan secara lebih sederhana bahwa Suudzon sama dengan Buruk Sangka, dan Sifat Buruk Sangka (Suudzon) ini jika terdapat didalam Hati Seorang Muslim, maka akan berdampak Buruk dan berdampak Negatif.

Bisa kalian lihat salah satu Dalil Larangan Berburuk Sangka didalam Sabda Nabi Muhammad SAW berbunyi : ” Jauhilah Sifat Berprasangka karena sifat berprasangka itu sedusta-dusta pembicaraan. Dan janganlah kalian mencari kesalahan, memata – matai, janganlah kalian berdengki – dengkian, janganlah kalian belakang – membelakangi dan janganlah kalian benci – membencian. Dan hendaklah kalian semua wahai hamba2 Allah bersaudara (HR. Bukhari) ”.

Contoh Suudzon dalam Kehidupan Sehari – Hari

Adapun didalam Contoh Suudzon di Kehidupan Manusia Sehari – Hari tentunya sangatlah banyak, karena sekali lagi Manusia itu Makhluk Hidup yang tidak luput dari Kesalahan sehingga sudah tentu sangat sering melakukan Buruk Sangka. Namun terlepas dari itu semua perlu kalian ketahui bahwa Macam Macam Suudzon itu terbagi menjadi Tiga Macam yakni Suudzon Kepada Allah SWT, Suudzon Kepada Orang Lain dan Suudzon Kepada Diri Sendiri.

1. Suudzon Kepada Allah SWT

Salah satu Contoh Suudzon Kepada Allah Subhanahu wa ta’ala ialah : di Jaman Sekarang ini jika Seorang Muslim – Muslimah ditanya untuk Menikah agar dapat terhindar dari Dosa (Berbuat Zina), maka mereka pastinya menjawab dengan jawaban Nanti Dulu, Nunggu Mapan dan Takut Tidak Bisa Menafkahi.

Jawaban seperti itu secara tidak disadari mereka telah Suudzon kepada Allah, karena Allah telah memerintahkan Seorang Muslim – Muslimah Yang Baligh (Dewasa) untuk Menikah dan jika mereka Miskin maka Allah Subhanahu wa ta’ala akan Memampukannya. Dalam hal ini bisa kalian lihat didalam Al Qur’an Surat An Nur Ayat 32.

2. Suudzon Kepada Orang Lain

Salah satu Buruk Sangka yang sangat berbahaya, dan akan menjerumuskan Setiap Muslim mendapatkan Dosa Besar ialah Buruk Sangka (Suudzon) Kepada Orang Lain, karena Jenis Suudzon ini benar – benar sudah sangat sering dilakukan oleh Setiap Muslim – Muslimah.

Dan salah satu Contoh Suudzon Kepada Orang Lain yang paling umum ialah Ketika Tetangga Seorang Muslim – Muslimah mendapatkan suatu Rezeki yang melimpah, seperti bisa membeli Rumah Baru, Mobil Baru dan lain lain, maka pastinya ada Seseorang yang hatinya tidak senang dan kebanyakan ia berpikir bahwa Tetangganya tersebut mendapatkan Rezeki dari Cara – Cara yang tidak baik, ataupun Bersuudzon yang lain.

3. Suudzon Kepada Diri Sendiri

Salah satu Contoh Suudzon Kepada Diri Sendiri ialah ketika kita melakukan sesuatu, tetapi kita sudah tidak percaya diri bahwa kita bisa melakukannya. Dan dalam hal ini Suudzon Kepada Diri Sendiri sama saja dengan Tidak Percaya Diri (Pesimis), dan tentunya Sifat ini tidaklah baik untuk diri kita sendiri karena dengan Pesimis maka kita tidak akan bisa berkembang untuk lebih baik kedepannya.

Demikianlah pembahasan Materi Islam mengenai Pengertian Suudzon dan Contoh Suudzon, semoga saja ulasan ini bisa bermanfaat bagi kalian Para Pembaca Muslim di Mistamaja HP. Perlu diingatkan sekali lagi bahwa salah satu Macam Akhlak Tercela di Ajaran Islam ini (Suudzon) tidaklah baik sehingga kalian sebagai Seorang Muslim – Muslimah sangat diharapkan untuk tidak memelihara (tidak memiliki) sifat Suudzon ini karena akan menjerumuskan kalian dalam Dosa Besar.

Materi Pembelajaran Terbaru

  • suudzon
  • pengertian suudzon
  • suudzon adalah
  • souzon
  • contoh suudzon
  • soudzon
  • pengertian suudzon dan contohnya
  • suuzon
  • apa itu suudzon
  • arti suudzon
macam 5 rukun islam secara berurutan

Macam 5 Rukun Islam dan 6 Rukun Iman Secara Berurutan

5 Rukun Islam dan 6 Rukun Iman – Seperti yang telah kita ketahui bahwa sebagai Seorang Muslim – Muslimah setidaknya harus sedikit memahami dan mengerti akan Macam Macam 5 Rukun Islam dan Macam Macam 6 Rukun Iman didalam Ajaran Islam. Tetapi kenyataannya diluar sana masih ada beberapa Masyarakat Muslim yang belum begitu memahami dan belum begitu mengetahui tentang Pengertian Rukun Islam dan Rukun Iman ini. Oleh karena itu dikesempatan ini Saya akan menjelaskan penjelasan kepada kalian Para Pembaca Online tentang Rukun Islam dan Rukun Iman.

Langsung saja didalam Pengertian Rukun Islam adalah lima pondasi dasar didalam Ajaran Islam dan bisa dikatakan sebagai Pondasi yang wajib bagi Orang – Orang Yg Beriman (Muslim dan Muslimah) karena Rukun Islam ini bisa dijadikan Dasar dari kehidupan Manusia Muslim. Lalu didalam Macam Rukun Islam ini terdapat 5 Rukun Islam yang harus dan wajib dilakukan oleh Setiap Umat Muslim – Muslimah di Seluruh Dunia, dan untuk Penjelasan tentang Lima Rukun Islam tersebut bisa kalian lihat ulasannya dibawah karena telah dituliskan secara lebih detail oleh Penulis.

Sedangkan Pengertian Rukun Iman adalah pilar – pilar keimanan didalam Islam yg harus dimiliki setiap muslim. Jumlah Rukun Iman itu sendiri ada enam, dan keenam rukun iman ini didasarkan dari ayat – ayat Al Qur’an dan juga hadits – hadits jibril yang terdapat didalam kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim yang telah diriwayatkan oleh Umar bin Khattab. Sedangkan pengertian iman secara bahasa adalah membenarkan dan Macam Rukun Iman ini terdapat 6 Rukun Iman serta penjelasannya telah dituliskan dibawah ini secara lebih detail.

Penjelasan 5 Rukun Islam Secara Berurutan

macam 5 rukun islam secara berurutan

1. Mengucapkan 2 Kalimat Syahadat

Pengertian Syahadat atau persaksian adalah mengucapkan dengan lisan, membenarkan dgn hati lalu mengamalkannya dengan perbuatan. Sedangkan bagi orang – orang yang mengucapkan kalimat syahadat secara lisan akan tetapi tidak mengetahui maknanya serta tidak mengamalkannya, maka orang tersebut tidak mendapatkan manfaat syahadat sama sekali. Bunyi kalimat syahadat itu adalah “Asyhadu An Laa Ilaaha Illallaah, Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasuulullaah” yang artinya ” Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adlh utusan Allah ”.

Orang – orang yang beribadah kpd selain Allah SWT adalah orang kafir atau musyrik terhadap Allah, meskipun yang disembah adalah seorang Nabi ataupun Wali. Meskipun alasan yang digunakan adalah agar lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT serta bertawasul kepada-Nya. Mendekatkan diri kpd Allah SWT serta bertawasul kepada-Nya tidak boleh dgn cara menyelewengkan ibadah kdp selain Allah, melainkan hanya dgn menggunakan nama – nama dan sifat-Nya, dgn perantara amal soleh yg telah diperintah-Nya seperti Sholat, Puasa, Zikir, Shodaqah, Haji, dll.

2. Sholat Wajib Lima Waktu

Rukun Islam Kedua ialah mengerjakan Sholat yg merupakan ibadah yang dikerjakan untuk berinteraksi antara Allah SWT dan umat-Nya dimana dia bermunajat serta berdoa kepada-Nya. Ibadah sholat sendiri terbagi menjadi dua, yaitu Sholat Fardhu atau wajib dan Sholat Sunnah. Untuk sholat fardhu atau wajib itu adalah sholat lima waktu seperti yang telah diperintahkan Allah SWT kepada umat-Nya, sedangkan sholat sunnah itu ada banyak sekali seperti beberapa contohnya adalah Sholat Sunnah Tahajud, Sholat Dhuha, Sholat Istikharah, dll.

Sholat juga menjadi tiang agama Islam, dan sebagai rukun Islam yang terpenting didalam Islam setelah dua kalimat syahadat. Seorang muslim diwajibkan memelihara sejak usia baligh atau dewasa sampai mati. Seorang muslim wajib memerintahkannya kpd seluruh keluarga serta anak – anaknya sejak usia tujuh tahun dalam hal membiasakan diri. Sebagai firman Allah SWT sebagai berikut. : “Sesungguh-nya Shalat itu ialah kewajiban yg ditentukan waktu-nya atas orang – orang yg beriman.” (QS. An Nisa ayat 103)

3. Puasa di Bulan Ramadhan

Rukun Islam yang ketiga adalah puasa, sama halnya dengan sholat. Puasa juga terbagi menjadi dua, yaitu Puasa Wajib dan Puasa Sunnah. Untuk puasa wajib dalam Islam adalah Puasa Ramadhan yang dikerjakan selama 30 hari penuh, sedangkan Puasa Sunnah adalah puasa yang apabila dikerjakan mendapatkan pahala, dan bila tidak dikerjakan tidak mendapat dosa. Beberapa contoh diantaranya adalah Puasa Senin Kamis.

Waktu puasa itu sendiri dikerjakan mulai dari sebelum terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari dengan diawali dengan niat puasa, kemudian menahan makan, minum, menahan syahwat atau hawa nafsu dan menahan hal – hal yang bisa membatalkan puasa wajib dan puasa sunnah kita selama terbitnya fajar sampai terbenamnya Matahari (biasanya di tandai dg Adzan Maghrib).

4. Membayar Zakat

Rukun Islam Keempat adalah Zakat dan Zakat ini merupakan perintah Allah SWT untuk mengeluarkan sebagaian harta yang telah mencapai nisab setiap tahunnya. Dan harta tersebut diberikan kepada orang – orang yg memang berhak menerimanya dari kalangan fakir serta selain mereka yg memang telah diterangkan didalam Al Qur’an. Untuk jumlah zakat yang wajib dikeluarkan untuk emas, perak, serta barang dagangan adalah 2.5% pertahunnya, sedangkan untuk biji-bijian serta buah-buahan adalah 10% untuk jenis yang diairi dengan mudah atau tanpa kesulian melalui air sungai, mata air yg mengalir ataupun hujan.

Adapun untuk biji-bijian yang perairannya susah dan harus membutuhkan peralatan seperti menimba air untuk perawatannya, maka zakat yang wajib dikeluarkan hanya 5% saja. Manfaat zakat yang paling utama adalah menghibur jiwa orang – orang yang fakir serta menutupi kebutuhan mereka dan menguatkan ikatan cinta antara mereka dengan orang – orang yang mampu.

5. Haji

Rukun Islam yang kelima adalah Haji, seorang muslim yang telah mampu baik lahir ataupun batinnya diwajibkan untuk mengerjakan ibadah Haji sekali seumur hidupnya. Oleh karena itu, ibadah haji termasuk kedalam ibadah sunnah, karena ada banyak syarat haji yang harus dipenuhi seperti salah satunya ialah harus memenuhi harta yang telah ditentukan. Selain itu, ibadah haji juga memiliki manfaat yang tak terhingga, yang diantaranya adalah.

Ibadah haji adalah bentuk ibadah kpd Allah SWT menggunakan ruh, badan, serta harta. Seseorang yang beribadah haji tidak memiliki perbedaan antara satu sama lain, karena mereka sama – sama menggunakan pakaian yang sama, karena semua makhluk dan hamba Allah itu sama. Sehingga umat muslim dapat saling berkenalan atau bertaaruf dan saling menolong atau Taawun.

Penjelasan 6 Rukun Iman Secara Berurutan

macam 6 rukun iman secara berurutan

1. Iman kepada Allah, Seseorang tidak dikatakan beriman kpd Allah SWT sampai dia telah mengimani 4 hal berikut.

– Mengimani adanya Allah Subhanahu wa ta’ala.

– Mengimani rububuiah Allah Subhanahu wa ta’ala, bahwa tidak ada yg mencipta, menguasai, serta mengatur alam semesta terkecuali Allah SWT.

– Mengimani uluhiah Allah Subhanahu wa ta’ala artinya, jika tak ada sesembahan (Tuhan) yg berhak disembah melainkan Allah SWT serta mengingkari semua sesembahan selain Allah Subhanahu wa ta’ala.

– Mengimani semua nama dan sifat Allah atau Al Asma’ul Husna yg Allah telah tetapkan untuk diri-Nya serta yang Nabi-Nya tetapkan untuk Allah, dan menjauhi sikap menghilangkan makna, memalingkan makna, mempertanyakan, dan menyerupakan-Nya.

2. Iman kepada para Malaikat Allah

– Mengimani adanya malaikan sebagai makhluk ciptaan Allah, serta amalan dan tugas yg diberikan Allah SWT kpd para malaikat.

– Jumlah malaikat tidak ada seorangpun yg tahu dan hanya Allah SWT yg mengetahuinya.

– Malaikat diciptakan oleh Allah SWT dari cahaya.

– Orang muslim wajib mengimani 10 malaikat yaitu, Malaikat Jibril, Malaikat Mikail, Malaikat Rakib, Malaikat Atid, Malaikat Mungkar, Malaikat Nakir, Malaikat Izrail, Malaikat Israfil, Malaikat Malik, Malaikat Ridwan.

3. Iman kepada Kitab – KItab Allah

– Mengimani bahwa seluruh kitab Allah SWT ialah kalam atau ucapan yg merupakan sifat Allah.

– Mengimani bahwa kitab suci yg diturunkan oleh Allah SWT ada empat (4), yaitu Kitab Taurat, Kitab Zabur, Kitab Injil, dan Kitab Al Qur’an.

– Seorang muslim wajib mengimani jika Al Qur’an adalah penggenap kitab – kitab suci yang sebelumnya.

4. Iman kepada Rasul Allah

Rukun Iman Keempat ialah mengimani (Percaya)Ma bahwa ada diantara Pria (Laki – Laki) dari Golongan manusia yg Allah SWT tunjuk sebagai perantara antara diri-Nya dengan hamba-Nya. Akan tetapi mereka semua tetaplah manusia biasa yg sama sekali tidak memiliki sifat dan hak ketuhanan, karenanya menyembah para Nabi dan Rasul adalah kebatilan yg nyata. Wajib mengimani bahwa semua wahyu yang diberikan kpd para Nabi dan Rasul itu ialah benar serta bersumber dari Allah Subhanahu wa ta’ala, dan wajib mengakui setiap Nabi dan Rasul yg kita ketahui namanya dan yg tidak diketahui namanya.

5. Iman kepada Hari Akhir

Rukun Iman Yang Kelima adalah mengimani adanya tanda – tanda hari kiamat dan mengimani hari kebangkitan di padang mahsyar sampai berakhir di Surga ataupun Neraka.

6. Iman kepada Qada dan Qadar (takdir yang baik dan buruk),

Rukun Iman Yang Keenam adalah mengimani kejadian yg baik ataupun yag buruk(Qada dan Qadar), semua itu atas seizin dari Allah SWT, karena seluruh makhluk tanpa terkecuali, zat serta sifat mereka demikian pula perbuatan mereka melalui kehendak Allah SWT.

Materi Pembelajaran Terbaru

  • Rukun Iman
  • rukun islam
  • rukun iman dan rukun islam
  • Rukun
  • rukun islam dan rukun iman
  • rukun iman dan islam
  • Ruku
  • rukun islam dan iman
  • rukun i
  • rukun is
sholat sunnah malam tahajud

Berapakah Rakaat Sholat Tahajud Sesuai Sunnah dan Hadits

Materi Islam – Sebelum membahas secara lebih detail mengenai Berapakah Jumlah Rakaat Sholat Tahajud yang dianjurkan sesuai dengan Sunnah dan Hadits Shahih, maka ada baiknya jika kalian sebagai Pembaca Mukmin terlebih dahulu untuk mengenal lebih jauh tentang Sholat Tahajud yang merupakan salah satu Sholat Sunnah Malam didalam Ajaran Islam yang sangat dianjurkan sekali untuk dikerjakan dan dilakukan bagi Orang – Orang Yang Beriman (Umat Muslim).

Perintah Mengerjakan Sholat Sunnah Malam Tahajud ada didalam Al Qur’an Surat Al-Isra Ayat 79 bahwa Allah SWT berfirman berbunyi : ” Dan di Sebagian Malam hari bersholat tahajud-lah km sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah – mudahan Tuhan-mu mengangkat km ke tempat terpuji (QS. Al Isra Ayat 79) ”. Firman Allah SWT diatas menjadi salah satu bukti bahwa Sholat Sunnah Malam Tahajud itu telah diperintahkan dan dianjurkan untuk dikerjakan sebagai salah satu Ibadah tambahan bagi Setiap Muslim selain Sholat Wajib Lima Waktu.

Yang mesti kalian ketahui juga bahwa Sholat Sunnah Tahajud ini harus dilakukan di Malam Hari dan waktu sholat sunnah tahajud lebih tepatnya dimulai ketika memasuki waktu sholat wajib isya sampai sebelum masuk waktu imsak (sebelum sholat subuh). Selain itu ketentuan dan syarat mengerjakan sholat sunnah tahajud lainnya ialah harus dilakukan dengan tidur terlebih dahulu (walaupun tidurnya hanya sebentar saja) karena jika kalian mengerjakan Sholat Sunnah Tahajud tanpa tidur terlebih dahulu, maka itu bukan Sholat Sunnah Tahajud, melainkan Sholat Sunnah Malam biasa.

Jumlah Rakaat Sholat Tahajud Menurut Hadits dan Sunnah

berapakah jumlah rakaat sholat tahajud

Kemudian untuk informasi mengenai Jumlah Rakaat Mengerjakan Sholat Tahajud yang benar menurut sunnah rasulullah saw dan hadits – hadits shahih ialah dilakukan dengan Minimal Rakaat Sholat Sunnah Tahajud sebanyak 2 Rakaat dan Maksimal Rakaat Sholat Sunnah Tahajud sebanyak 12 Rakaat. Dalam hal ini bisa kalian lihat Hadits – Hadits Shahih dibawah ini.

Hadits Shahih dari Ibnu Abbas yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim yg berbunyi : ” Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam biasa mengerjakan Sholat malam sebanyak 13 Rakaat (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim) ”.

Selain itu bisa lihat dan baca juga Hadits dari Zaid bin Kholid Al Juhani bahwa : ” Aku pernah memperhatikan Sholat Malam yg dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam. Beliaupun mengerjakan 2 Rakaat Ringan, setelah itu Beliau mengerjakan 2 Rakaat yg panjang-panjang. Lalu Rasulullah SAW mengerjakan Sholat 2 Rakaat yg lebih ringan dari sebelum-nya. lalu Beliau mengerjakan Sholat 2 Rakaat lagi yg lebih ringan dari sebelum-nya. Beliau pun mengerjakan Sholat 2 Rakaat yg lebih ringan dari sebelumnya. Lalu Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam mengerjakan Sholat 2 Rakaat lagi yg lebih ringan dari sebelum-nya. Lalu Terakhir Beliau Berwitir 1 Rakaat hingga jadilah Beliau mengerjakan Sholat Sunnah Malam sebanyak 13 Rakaat (Hadits Riwayat Muslim) ”.

Selain Hadits – Hadits Shahih diatas baca dan lihat juga Hadits Shahih dari Ibnu Umar Ra bahwa ia berkata : Ada seseorang yg bertanya pada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam tentang Sholat Malam, lalu Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam bersabda berbunyi : ” Sholat Malam (Tahajjud) itu 2 Rakaat 2 Rakaat. Jika salah seorang dari kalian Khawatir akan masuk waktu Subuh, maka hendak-lah ia tunaikan Sholat Sunnah Witir 1 Rakaat sebagai Penutup bagi sholat yg sudah dilakukan sebelumnya (HR. Bukhari dan Muslim) ”.

Hadits Shahih dari Ibnu Umar Ra yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim diatas maksudnya ialah mengerjakan Sholat Sunnah Malam Tahajud secara Dua Rakaat – Dua Rakaat (2 Rakaat 1 Salam) sehingga jika kalian akan mengerjakan Sholat Sunnah Tahajud sebanyak 4 Rakaat maka dilakukan sebanyak 2 kali dan jika Sholat Sunnah Tahajud dikerjakan dengan 6 Rakaat maka dilakukan sebanyak 3 kali karena Sholat Sunnah Tahajud itu dilakukan tiap 2 Rakaat dengan 1 Salam didalamnya.

KESIMPULAN :

Bahwa didalam Jumlah Rakaat Sholat Sunnah Tahajud Yang Benar sesuai dengan Sunnah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam dan Hadits – Hadits Shahih ialah : Sholat Sunnah Malam Tahajud itu dikerjakan dengan Minimal Rakaat sebanyak 2 Rakaat dan Maksimal Rakaat bisa dikerjakan sebanyak 12 Rakaat, dan Cara Sholat Tahajud itu dilakukan dengan masing – masing 2 Rakaat terdapat 1 salam didalamnya sehingga jika kalian akan mengerjakan Sholat Sunnah Tahajud sebanyak 4 Rakaat, maka dilakukan sebanyak 2 kali.

Demikianlah pembahasan Materi Islam mengenai Berapakah Jumlah Rakaat Sholat Sunnah Tahajud Yang Benar menurut Hadits dan Sunnah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam. Semoga saja apa yang telah dijelaskan dan dituliskan disini bisa bermanfaat dan berguna bagi kalian Pembaca Online Muslim karena tidak bisa dipungkiri bahwa ulasan ini pastinya masih banyak dibutuhkan oleh Masyarakat Muslim di Indonesia.

Materi Pembelajaran Terbaru

  • berapa rakaat sholat tahajud
  • niat sholat tahajud
  • Sholat tahajud berapa rakaat
  • rakaat sholat tahajud
  • sholat tahajud
  • jumlah rakaat sholat tahajud
  • berapa rakaat shalat tahajud
  • jumlah rakaat shalat tahajud
  • rakaat shalat tahajud
  • tahajud
keutamaan – keutamaan sholat isya

Keutamaan Sholat Isya Menurut Hadits Secara Lengkap

Keutamaan Sholat Isya – Sholat Isya merupakan termasuk kedalam salah satu Sholat Wajib Lima Waktu yang harus dikerjakan dan dilakukan oleh setiap Umat Muslim baik itu Muslim Laki – Laki dan Muslimah Perempuan yang sudah masuk kedalam Syarat Wajib Mengerjakan Sholat. Hal tersebut dikarenakan Sholat Wajib Lima Waktu seperti Sholat Subuh, Sholat Dzuhur, Sholat Ashar, Sholat Maghrib dan Sholat Isya ini telah diperintahkan secara langsung untuk dikerjakan oleh Allah SWT.

Dalam hal ini bisa kalian melihatnya didalam Ayat Al Qur’an Surat Al-Baqarah Ayat 43 bahwa Allah SWT Berfirman : ” Dan dirikan-lah Sholat, Tunaikan-lah Zakat dan Ruku-lah bersama orang-orang yg ruku (QS. Al-Baqarah, Ayat 43) ”. Selain itu Firman Allah SWT didalam Surat Al Baqarah Ayat 110 yg berbunyi : ” Dan dirikan-lah Sholat dan Tunaikan-lah zakat. Dan kebaikan apa saja yg km usahakan bagi dirimu, tentu km akan memperoleh pahala-nya pd sisi Allah. Sesungguh-nya Allah Maha Melihat apa-apa yg km kerjakan (QS. Al-Baqarah, Ayat : 110) ”.

Oleh karena itu maka bagi kalian Para Muslim dan Muslimah, khususnya yang ada di Indonesia agar selalu menjaga dan mengerjakan Sholat Wajib Isya baik secara sendirian maupun secara berjamaah karena sekali lagi Sholat Isya yang terdiri dari Empat Rakaat ini, termasuk kedalam salah satu Sholat Wajib Lima Waktu yg harus selalu dikerjakan disetiap harinya karena jika kalian tidak mengerjakan Sholat Isya ini maka akan memperoleh Dosa Besar, tetapi akan mendapatkan Pahala Banyak bagi yg selalu menjaga dan mengerjakannya.

Keutamaan – Keutamaan Sholat Isya Yang Harus Kalian Ketahui

keutamaan - keutamaan sholat isya

Kemudian dibawah ini telah Penulis berikan dan tuliskan beberapa Keutamaan – Keutamaan Mengerjakan Sholat Isya yang mesti kalian ketahui sebagai pembaca online, dan diharapkan sekali dengan adanya ulasan ini maka bisa dijadikan sebagai Motivasi kalian buat semakin giat dan rajin dlm mengerjakan Sholat Wajib Isya Empat Rakaat ini.

1. Akan Memperoleh Pahala Yg Banyak

Keutamaan Sholat Isya yang pertama adalah akan mendapatkan Pahala yang banyak karena kalian sebagai Seorang Muslim – Muslimah telah mengerjakan apa yang sudah menjadi Kewajiban kalian sebagai Seorang Mukmin, selain itu sekali lagi Sholat Isya termasuk kedalam Sholat Wajib Lima Waktu sehingga akan mendapatkan Pahala yg banyak bagi mereka yang selalu mengerjakannya dan akan mendapatkan Dosa yg besar pula bagi mereka yang meninggalkan Sholat Isya secara disengaja, tanpa adanya halangan (uzur).

2. Bukan termasuk Golongan Orang Munafik

Lalu Manfaat Mengerjakan Sholat Isya Kedua ialah akan terhindar dan bukan termasuk kedalam Golongan Seorang Muslim yang Munafik, dan dalam hal ini bisa kalian melihat penjelasannya di dalam Hadits Shahih dari Abu Hurairah Ra bahwa Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam bersabda yg berbunyi : ” Tak ada Sholat yg lebih berat bagi orang yg Munafik selain dari Sholat Isya dan Sholat Subuh. Seandainya mereka mengetahui Keutamaan yg ada didalam Kedua Sholat tersebut, tentu mereka akan mendatangi-nya walaupun sambil merangkak (HR. Bukhari, Nomor 657) ”.

3. Salah Satu Sebab Dihapuskan Segala Dosa – Dosa

Untuk Keistimewaan Sholat Isya selain akan mendapatkan Pahala yg banyak adalah berguna untuk menghapuskan segala dosa – dosa, karena sekali lagi Sholat Isya termasuk kedalam Sholat Wajib Lima Waktu dan dengan selalu menjaga Sholat Wajib Lima Waktu maka Insya Allah segala dosa – dosanya akan dihapus oleh Allah SWT karena salah satu Keutamaan Mengerjakan Sholat Wajib dapat menghapuskan dosa dan kesalahan.

Sabda Nabi Muhammad SAW berbunyi : ” Ketahuilah kalian, bahwa jika ada Sungai yg mengalir di dekat pintu salah seorang dari km, dan dia Mandi dg Air Sungai itu sebanyak 5 kali dlm sehari, apakah akan tersisa kotarannya walau sedikit ?. Maka Sahabatpun menjawab Beliau, ” Tidak akan tersisa sedikitpun kotaranya ”. Lalu Rasulullah SAW berkata lagi : ” Maka begitulah perumpamaan mengerjakan Shalat Lima Waktu, denganya Allah akan mengapuskan Dosa – Dosa (HR. Bukhari dan Muslim) ”.

Seperti itulah Materi Islam tentang Keutamaan Sholat Isya didalam Ajaran Islam yang bisa kalian dapatkan sebagai Umat Mukmin jika selalu menjaga mengerjakan Sholat Wajib Isya dan Sholat Wajib Lima Waktu yang lainnya, tentu saja Keutamaan Mengerjakan Sholat Isya masih banyak sekali, selain penjelasan diatas karena sekali lagi Sholat Isya termasuk kedalam Sholat Wajib Lima Waktu yang begitu istimewa dan termasuk kedalam Rukun Islam Nomor Ke Dua.

Materi Pembelajaran Terbaru

  • sholat isya
  • keutamaan sholat isya
  • keutamaan shalat isya
  • Manfaat Sholat Isya
  • shalat isya
  • sholat is
  • keutamaan solat isya
  • sholat isyak
  • mAnfaat shalat isyA
  • khasiat sholat isya