Ajaran Islam

hukum idgham bighunnah lengkap

Hukum Idgham Bighunnah dan Contoh Idgham Bighunnah

Bacaan Tajwid Hukum Idgham Bighunnah merupakan salah satu Bacaan Tajwid Al Qur’an yang termasuk kedalam salah satu cara agar cepat bisa membaca al qur’an karena salah satu Cara Belajar Membaca Al Qur’an bagi pemula ialah dengan mempelajari Bacaan Tajwid Al Qur’an seperti yang telah dijelaskan secara detail oleh kami dikesempatan sebelumnya.

Kemudian sebelum membahas terlebih jauh tentang Cara Membaca Hukum Idgham Bighunnah dan Contohnya, ada baiknya jika kalian sebagai Seorang Muslim Muslimah untuk mengetahui terlebih dahulu tentang apa itu Ilmu Tajwid didalam Kitab Suci Al Qur’an.

Dan Pengertian Ilmu Tajwid atau Bacaan Tajwid Al Qur’an ini adalah ilmu yang berfungsi dan digunakan untuk mengetahui bagaimana sebenarnya membunyikan Huruf – Huruf didalam Al Qur’an secara baik dan benar, atau bisa disederhanakan sebagai salah satu Ilmu untuk mempelajari bunyi (Pengucapan) dari Ayat – Ayat Al Qur’an secara baik dan benar.

Perlu kalian ketahui juga bahwa sangat penting sekali bagi kalian Umat Muslim untuk belajar Bacaan Tajwid Al Qur’an ini, karena sudah sangat dianjurkan untuk membaca Ayat Ayat Kitab Suci Al Qur’an dengan baik dan benar secara Ilmu Tajwidnya, selain itu akan mendapatkan Keutamaan yang sangat banyak, salah satunya ialah akan mendapatkan Pahala banyak.

hukum idgham bighunnah lengkap

Oleh karena itu Penulis Mistamajahp akan mencoba untuk menjelaskan dan memberikan informasi mengenai salah satu Bacaan Tajwid Al Qur’an yakni Bacaan Tajwid Idgham Bighunnah kepada kalian Para Pembaca Muslim Muslimah Tanah Air.

1. Pengertian Hukum Idgham Bighunnah

Langsung saja didalam Pengertian Idgham Bighunnah ini ialah Bacaan Tajwid Al Qur’an yang dibaca secara Mendengung apabila terdapat Huruf Hijaiyah Nun Sukun atau Tanwin bertemu dengan salah satu Empat Huruf Hijaiyah MIEM, NUN, WAWU dan YAA.

Penjelasan lebih detail mengenai pengertian Idgham Bighunnah ini ialah Kata Idgham yang berarti meleburkan 1 huruf yg ada di depan ke dalam huruf yg ada sesudahnya, atau bisa disederhanakan didalam bahasa arab yakni Tasydid’kan. Lalu arti dari kata Bi bermaksud dengan dan Kata Ghunnah mempunyai arti dengung.

2. Cara Membaca Hukum Idgham Bighunnah

Kemudian didalam Tata Cara Membaca Idgham Bighunnah sendiri sekali lagi dibacakan secara MENDENGUNG, dan dibacakan Mendengung jika Huruf Hijaiyah Nun Sukun atau Tanwin bertemu dengan salah satu Empat Huruf Hijaiyah MIEM, NUN, WAWU dan YAA.

cara membaca idgham bighunnah yang benar

Jadi sekali lagi jika terdapat Ayat – Ayat Al Qur’an berhuruf Hijaiyah Nun Sukun (Nun Mati) atau Tanwin (AN IN UN) bertemu dengan salah satu Huruf Hijaiyah Miem, Nun, Wawu dan Yaa seperti pada gambar diatas, maka dibaca Mendengung karena itu termasuk kedalam Bacaan Tajwid Idgham Bighunnah.

3. Contoh Bacaan Idgham Bighunnah Lengkap

Setelah kalian sudah cukup memahami tentang Pengertian Idgham Bighunnah dan Cara Membaca Bacaan Idgham Bighunnah diatas yang Mendengung, maka dibawah ini telah Penulis berikan Contoh Idgham Bighunnah secara sederhana dan yang ada di Ayat – Ayat Al Qur’an.

  • Contoh Bacaan Idgham Bighunnah

contoh idgham bighunnah nun sukun

Kalian bisa lihat Contoh Idgham Bighunnah di nomor 1 bahwa Nun Sukun (Nun Mati) bertemu dengan huruf hijaiyah Wawu sehingga dibacakan mendengung, seperti ini ‘Miwwaraa ihim’, dan tidak boleh dibacakan secara Jelas dan Tegas seperti MINWARAA IHIM.

Sedangkan pada contoh nomor 2 diatas bahwa Nun Sukun (Nun Mati) bertemu dengan Huruf Hijaiyah Miem sehingga dibacakan mendengung juga karena itu termasuk kedalam Idgham Bighunnah, bacanya seperti ini ‘NAKUMMA’AKUM’.

  • Contoh Hukum Idgham Bighunnah di Al Qur’an

contoh idgham bighunnah dalam al qur'an

Kemudian gambar diatas ini merupakan salah satu contoh bacaan idgham bighunnah yang ada di Al Qur’an, tepatnya di salah satu Ayat pada Surat Al Humazah Ayat 2. Bisa kalian lihat pada Ayat Surat Al Humazah tersebut terdapat Tanwin ANN bertemu dengan Huruf Hijaiyah Wawu sehingga dibaca MAALAWWA’AD DADAH.

contoh bacaan idgham bighunnah dalam al qur'an

Contoh Idgham Bighunnah kedua ialah ada didalam Surat Az Zalzalah Ayat 6, seperti yang ada di gambar diatas dan bisa kalian lihat sendiri bahwa di Ayat Surat Az Zalzalah tersebut terdapat Tanwin INN bertemu dengan Huruf Hijaiyah YAA, dan selain contoh contoh ini tentunya masih banyak sekali contoh yang lain didalam Ayat Ayat Al Qur’an.

Mungkin hanya seperti itu saja pembahasan dari kami terkait Hukum Idgham Bighunnah, dan semoga saja apa yang telah dijelaskan dan diterangkan oleh kami di artikel ini bisa bermanfaat bagi kalian yang membutuhkannya, karena kami selaku Penulis Mistamajahp sangat meyakini bahwa diluar sana masih ada banyak Masyarakat Muslim yang belum begitu memahami tentang Hukum Idgham Bighunnah ini.

Adapun sebagai tambahan saja dari kami, jika kalian belum begitu memahami tentang apa yang sudah kami jelaskan diartikel ini, maka sebaiknya kalian bisa belajar secara langsung kepada Ustad yang ada di sekitar rumah kalian, atau kalian bisa membeli buku Bacaan Tajwid yang banyak di jual di Toko Toko Buku Islami.

cara belajar membaca al qur’an bagi pemula

Cara Belajar Membaca Al Qur’an Bagi Pemula Secara Lancar

Pembahasan mengenai Cara Belajar Membaca Al Qur’an tentunya cukup banyak dicari oleh kalangan Pembaca Muslim Online yang ada di tanah air, karena tidak bisa dipungkiri bahwa Indonesia merupakan salah satu Negara Muslim yang kebanyakan Masyarakatnya beragama Islam.

Oleh karena itu tentu banyak sekali Masyarakat Muslim Tanah Air yang mencari informasi di Internet tentang Cara Belajar Al Qur’an untuk Pemula ini. Selain itu perlu kalian ketahui sebagai Pembaca Muslim di Situs Mistamajahp ini, bahwa didalam membaca Al Qur’an sendiri sangatlah banyak Keutamaan dan Manfaatnya.

Paling minim kalian akan mendapatkan Pahala banyak dg membaca Al Qur’an, bahkan Belajar Membaca Al Qur’an sendiri pun sudah kebagian pahalanya sehingga salah satu ladang untuk memperoleh banyak pahala bisa dengan belajar dan membaca Al Qur’an, selain Sholat Lima Waktu dan ibadah yg lainnya.

Hadits Tentang Membaca Al Qur’an

Keutamaan membaca Al Qur’an sekali lagi sangat banyak, dan dalam hal ini telah dijelaskan oleh Hadits – Hadits Shahih seperti telah diterangkan oleh Abdulllah bin Mas’ud Ra bahwa ia berkata, ‘ Nabi Muhammad Sallallahu alaihi wasallam bersabda berbunyi :

” Siapa yg membaca 1 huruf dari kitab suci Al Qur’an maka bagi-nya 1 kebaikan dg bacaan tersebut, 1 kebaikan dilipatkan menjadi 10 kali kebaikan semisalnya, dan Aku tidak mengatakan ALIF itu 1 huruf, melainkan Alif Satu Huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf (HR. Tirmidzi) ”.

Selain itu terdapat Hadits Shahih bahwa dari Sahabat Abu Umamah Al Bahili Ra berkata, saya mendengar Nabi Muhammad Sallallahu alaihi wasallam bersabda : ” Bacalah oleh kalian Al Qur’an, karena Al Qur’an akan datang pd hari kiamat kelak sebagai pemberi syafa’at bagi orang2 yg rajin membaca-nya (HR. Muslim, NO 804) ”.

Tentunya masih ada banyak lagi Hadits2 Shahih yg menerangkan Keutamaan Membaca Al Qur’an, oleh karena itu ada baiknya bagi kalian Umat Muslim untuk selalu belajar dan membaca Al Qur’an di setiap harinya. Adapun Penulis telah menuliskan Tips Cara Membaca Al Qur’an Dengan Lancar Untuk Pemula yg bisa kalian baca dan pelajari dibawah ini.

Cara Belajar Membaca Al Qur’an Untuk Pemula Secara Lancar

cara belajar membaca al qur'an bagi pemula

Dibawah ini telah penulis berikan Cara Membaca Al Qur’an Untuk Pemula tingkat dasar, dan ulasan ini pun bisa diterapkan untuk orang dewasa, tidak hanya untuk anak kecil yang ingin belajar membaca al qur’an.

1. Pengenalan Dasar Huruf Hijaiyah

Pengertian Huruf Hijaiyah sendiri ialah huruf yg ejaannya bahasa arab sebagai bahasa asli Al Qur’an, bisa dikatakan bahwa Huruf Hijaiyah seperti Huruf Abjad (A B C D E) di dalam Bahasa Indonesia, sehingga jika kalian ingin lancar dalam membaca Al Qur’an maka kalian harus belajar dan mengerti akan Huruf Hijaiyah dan ejaannya.

Adapun untuk pengenalan dasar tentang Huruf Hijaiyah disini, bahwa Huruf – Huruf Hijaiyah yang digunakan didalam Kitab Suci Al Qur’an terdapat 29 Macam dan jumlah huruf hijaiyah tersebut sudah termasuk Alif. Dibawah ini bisa kalian lihat 29 Macam Huruf Hijaiyah didalam Al Qur’an.

nama huruf hijaiyah bahasa arab

2. Mengenal Tanda Baca (Harakat)

Kemudian didalam Cara Belajar Membaca Al Qur’an Secara Cepat kedua setelah mempelajari Huruf Huruf Hijaiyah ialah harus mengenal dan mempelajari tanda baca atau harakat didalam Al Qur’an.

Hal tersebut dikarenakan Tanda Baca (Harakat) ini berfungsi untuk menentukan bagaimana Huruf – Huruf Hijaiyah didalam Al Qur’an diucapkan atau dilafalkan. Sebagai contohnya jika didalam Bahasa Indonesia terdapat A I U E O, dan Tanda Baca (Harakat) didalam Al Qur’an (Bahasa Arab) sendiri antara lain

Tanda Baca Fathah, Tanda Baca Alif Khanjariah, Tanda Baca Kasrah, Tanda Baca Dammah, Tanda Baca Sukun, Tanda Baca Tasydid, Tanda Baca Tanwin dan Tanda Baca Wasal. Adapun untuk pengenalan lebih detail mengenai Tanda Baca Harakat ini, kalian bisa mencarinya Buku Tajwid Al Qur’an yang banyak di Jual di Toko Buku, atau bisa tanya (belajar) langsung ke Ustad disekitar anda.

3. Mengenal Bacaan Tajwid Al Qur’an

Lalu langkah Cara Belajar Membaca Al Qur’an dengan lancar selanjutnya ialah dengan lebih mengenal Bacaan – Bacaan Tajwid Al Qur’an, dan Ilmu Bacaan Tajwid Al Qur’an ini adalah ilmu yang digunakan untuk mengetahui bagaimana membunyikan Huruf – Huruf (Bacaan) Al Qur’an secara baik dan benar.

Seperti dibacakan secara Mendengung, Samar Samar atau Jelas. Secara sederhana bahwa Bacaan Tajwid ini bisa dikatakan sebagai Grammar nya didalam Bahasa Inggris, dan adapun Grammar didalam Bahasa Arab sendiri (Macam – Macam Bacaan Tajwid) antara lain Bacaan Idzhar, Bacaan Idgham, Bacaan Iqlab dan masih banyak yang lainnya.

Sangat direkomendasikan oleh kami bahwa jika kalian ingin lebih mengenal dan memahami tentang Bacaan – Bacaan Al Qur’an maka sangat baik sekali jika kalian sebagai seorang Muslim Muslimah untuk membeli Buku – Buku tentang Bacaan Tajwid Al Qur’an yang banyak di Jual di Toko Buku, dan setelah itu bisa juga dengan belajar secara langsung dengan Ustad disekitar rumah kalian.

4. Belajar Secara Sunguh – Sungguh dan Rajin

Kemudian untuk Cara Belajar Membaca Al Qur’an Bagi Pemula agar cepat lancar selain langkah langkah diatas ialah, harus belajar dengan sungguh sungguh, rajin dan tidak putus asa karena harus selalu diingat bahwa didalam belajar membaca Al Qur’an itu termasuk kedalam Ibadah dan akan mendapatkan Pahala.

Oleh karena itu, sudah sangat pasti bahwa Ikhtiar tersebut pastinya akan selalu diganggu oleh Setan dan pasti akan selalu ada halangannya seperti Malas, Mengantuk dan lain lain. Namun harus selalu diingat sekali lagi bahwa ini termasuk kedalam Ibadah dan akan mendapatkan Pahala sehingga kalian harus belajar secara ikhlas dan rajin.

Saran kami, ada baiknya bagi kalian untuk membeli Buku Buku terkait Bacaan Tajwid, Kasrah dan Huruf Hijaiyah agar kalian bisa belajar dan cepat hafal bacaan tajwid dan huruf hijaiyah. Selain itu kalian juga bisa belajar secara langsung kepada Ustad atau Muslim Muslimah yang sudah bisa dan lancar dalam membaca Al Qur’an, agar kalian cepat dan lancar dalam membaca Ayat Ayat Al Qur’an.

Mungkin hanya seperti itu saja pembahasan mengenai Cara Belajar Membaca Al Qur’an Bagi Pemula secara lancar dan cepat, semoga saja ulasan ini bisa bermanfaat bagi kalian Para Pembaca Muslim karena ulasan ini termasuk kedalam ulasan yang sering dicari oleh Masyarakat Muslim di Indonesia secara Online selain ulasan Sholat Tahajud dan Sholat Istikharah, yang merupakan salah satu Sholat Sunnah yang mempunyai keutamaan yg banyak selain Sholat Wajib Lima Waktu bagi setiap Muslim yang mengerjakannya.

niat sujud syukur sesuai sunnah

Cara dan Doa Sujud Syukur Yang Benar Sesuai Sunnah

Sebelum membahas terlebih jauh tentang Materi Islam tentang Cara, Niat dan Doa Sujud Syukur, maka perlu kalian ketahui terlebih dahulu tentang apa itu Sujud Syukur di dalam Ajaran Islam. Pengertian Sujud Syukur itu sendiri adalah bersukur terhadap Allah Subhanahu wa ta’ala terhadap segala nikmat yang telah diberikannya kepada kita dengan cara melakukan Gerakan Sujud dan membaca Bacaan Doa Sujud Syukur didalamnya.

Selain itu perlu kalian ketahui juga bahwa didalam Sujud Syukur ini termasuk kedalam Ibadah Sunnah, karena Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam terus bersujud sukur kepada Allah Subhanahu wa ta’ala ketika Beliau mendapatkan sesuatu yg menggemberikan (Kabar Suka Cita). Dalam hal ini bisa kalian lihat didalam Hadits Shahih Riwayat Abu Daud yang berbunyi :

” Dari Abu Bakrah bahwa Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam apabila datang kepada beliau sesuatu hal hal yang menggemberikan, atau kabar suka cita, maka Rasullullah Shallallahu alaihi wasallam terus Sujud semata – mata untuk berterima kasih atau bersukur kepada Allah (HR. Abu Daud) ”. Selain Hadits Shahih tersebut, selalu Bersyukur terhadap Allah SWT juga telah dijelaskan didalam Al Qur’an.

doa sujud syukur yang benar sesuai sunnah

Salah satunya terdapat didalam Al Qur’an Surat Ibrahim Ayat 7 yang berbunyi : ” Dan ingatlah juga, tatkala Tuhan mu memaklumkan : ” Sesungguhnya jika km bersyukur, pasti kami akan menambah Nikmat kepada km, dan jika km mengingkari (nikmatku), maka sesungguh-nya Azab ku sangat pedih (QS. Ibrahim, Ayat 7) ”. Oleh karena itu selalu Bersyukur terhadap Allah SWT selain akan mendapatkan Pahala, maka akan ditambahkan Rezeki dan Kenikmatan oleh Allah SWT.

Kemudian kita kembali ke bahasan Sujud Syukur sebagai salah satu bentuk dan cara bersyukur kepada Allah SWT atas segala Rezeki dan Nikmat yang telah kita terima, bahwa dibawah ini Penulis telah memberikan penjelasan secara lebih dalam mengenai Tata Cara Sujud Syukur dan Bacaan Doa Sujud Syukur yang bisa kalian terapkan (lakukan) sendiri ketika mendapatkan suatu Rezeki (Kenikmatan) oleh Allah SWT.

Tata Cara Sujud Syukur Sesuai Sunnah

Didalam Tata Cara Mengerjakan Sujud Syukur sebagai Ibadah Sunnah yang bisa dilakukan (diamalkan) oleh kalian ketika mendapatkan suatu Kenikmatan dan Rezeki dari Allah SWT sangatlah gampang dan mudah. Untuk lebih jelasnya, bisa kalian lihat Cara Melakukan Sujud Syukur Yang Benar Sesuai Sunnah dibawah ini.

1. Suci dari Hadats dan Najis

2. Berwudhu

3. Menghadap Kiblat

4. Membaca Niat Bersujud Syukur

5. Melakukan Gerakan Takbiratul Ikhram

6. Setelah itu langsung melakukan Gerakan Sujud 1 kali

7. Membaca doa sujud syukur di Gerakan Sujud tersebut

8. Lalu Duduk dan mengucapkan Salam

Bacaan Niat Sujud Syukur Sesuai Syariat

niat sujud syukur sesuai sunnah

Bacaan Niat Melakukan Sujud Syukur tersebut bisa dibacakan didalam Hati maupun boleh diucapkan secara lirih. Selain itu bisa dibacakan sesuai dengan Bahasa Arabnya atau bisa dibacakan sesuai Artian dalam Bahasa Indonesia.

Bacaan Doa Sujud Syukur Sesuai Sunnah

doa sujud sukur yang benar sesuai sunnah

Bacaan Doa Melakukan Sujud Syukur diatas dibacakan atau diamalkan ketika kalian sedang melakukan Gerakan Sujud Syukur, sehingga ketika kalian sedang melakukan Gerakan Sujud Syukur maka dibarengi dengan membaca Bacaan Doa Sujud Syukur ini. Selain itu sebagai tambahan saja bahwa Syarat – Syarat Melakukan Sujud Syukur ini antara lain Suci dari Hadats dan Najis, Berwudhu, menghadap Kiblat, membaca niat sujud syukur, takbiratul ikhram, Sujud sekali yang dibarengi dg membaca doa sujud syukur dan salam.

Mungkin hanya seperti itu saja pembahasan mengenai salah satu Ibadah Sunnah Sujud Syukur ini, dan semoga saja apa yang telah dituliskan oleh Penulis Mistamajahp ini bisa berguna dan bermanfaat bagi kalian semua Para Pembaca Online di Indonesia. Selain itu Penulis sangat yakin bahwa diluar saja masih banyak Masyarakat Muslim Muslimah yang belum begitu mengenal (memahami) tentang Sujud Syukur.

Oleh karena itu dengan adanya ulasan ini semoga saja Para Pembaca Muslim Muslimah yang ada di Tanah Air bisa lebih mengetahui dan memahami tentang Apa Itu Sujud Syukur, karena Sujud Syukur ini bisa menjadi salah satu cara seorang Muslim Muslimah untuk Bersyukur kepada Allah SWT atas semua Rezeki dan Kenikmatan yang telah mereka dapatkan karena Allah SWT.

bacaan doa iftitah pendek sesuai sunnah

Bacaan Doa Iftitah Dalam Sholat Yang Benar Sesuai Sunnah

Bacaan Doa Iftitah merupakan salah satu doa yang disunnahkan untuk dibacakan ketika mengerjakan shalat, baik itu Sholat Wajib Lima Waktu maupun Sholat Sunnah, karena didalam menunaikan shalat maka seorang muslim diharapkan untuk tidak mengerjakan kewajiban – kewajibannya saja seperti Syarat Wajib dan Sah Shalat, tetapi dianjurkan untuk mengerjakan Sunnah – Sunnah didalam Shalat, seperti salah satunya membaca Bacaan Doa Iftitah yang benar sebagai salah satu Sunnah didalam Shalat.

Dalil Hukum Membaca Doa Iftitah didalam mengerjakan sholat wajib yang Sunnah ini, bisa kalian baca didalam Hadits Shahih dari Abu Hurairah yg mengatakan bahwa : ” Biasanya Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam sesudah bertakbir ketika shalat (Takbiratul Ikhram), beliau diam sejenak sebelum membaca ayat, maka aku pun bertanya kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam,

Wahai Rasulullah, kutebus engkau dg ayah dan ibuku, aku melihat mu berdiam antara takbir dan bacaan ayat. Apa yg Engkau bacakan ketika itu adalah :…… (Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam menyebutkan Doa Iftitah) ” . Selain itu didalam Kitab Al Adzkar, Imam An Nawawi berkata bahwa : ” Ketahuilah bahwa semua doa – doa ini hukumnya Sunnah (Mustahabbah) baik saat mengerjakan Sholat Wajib maupun Sholat Sunnah ”.

Dengan melihat dalil – dalil diatas, maka sudah tentu sangat dianjurkan sekali bagi setiap Muslim – Muslimah untuk membaca Bacaan Iftitah di dalam sholat, baik saat mengerjakan sholat wajib lima waktu maupun sholat sunnah, karena selain akan mendapatkan Pahala Sunnah, sudah tentu akan mendapatkan Keutamaan Bacaan Iftitah yang lainnya. Untuk itu dibawah ini kami sebagai penulis akan memberikan penjelasan mengenai Macam – Macam Doa Iftitah didalam Sholat yang benar menurut sunnah.

Kumpulan Bacaan Doa Iftitah Dalam Sholat Sesuai Sunnah

bacaan doa iftitah dalam sholat

Dibawah ini macam – macam bacaan doa iftitah didalam shalat berdasarkan riwayat – riwayat (hadits) yang shahih, baik bacaan doa iftitah pendek dan bacaan doa iftitah panjang, serta doa iftitah Muhamadiyah dan doa iftitah NU.

1. Bacaan Doa Iftitah Pendek Riwayat Muslim

doa iftitah yang pendek dalam sholat

Bacaan Doa Iftitah Dalam Sholat Yang Pendek tersebut, bisa dibacakan oleh kalian umat muslim – muslimah ketika mengerjakan sholat wajib lima waktu, ataupun saat mengerjakan sholat sunnah.

Hal tersebut seperti diterangkan didalam Hadits Muslim Riwayat Anas bin Malik Ra bahwa Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda : ” Aku melihat 12 malaikat bersegera menuju kepada-nya, mereka saling berlomba untuk mengangkat doa itu kpd Allah SWT ”.

2. Bacaan Doa Iftitah Pendek Riwayat Muslim

bacaan doa iftitah pendek sesuai sunnah

Bacaan Doa Iftitah Yang Pendek tersebut, bisa juga kalian pilih dan dibacakan ketika kalian mengerjakan sholat wajib lima waktu dan sholat sunnah karena terdapat hadits shahih riwayat Ibnu Umar Ra yang mengatakan bahwa :

” Ketika mereka Sholat bersama Nabi Muhammad SAW, ada seorang laki – laki yg berdoa iftitah (disebutkan doa diatas), dan Nabi Muhammad Saw bersabda : ” Aku heran, dibukakan baginya pintu2  langit ”. Ibnu Umar pun berkata bahwa : ” Aku tak pernah meninggalkan doa tersebut sejak beliau berkata demikian ”.

3. Bacaan Doa Iftitah Versi Muhammadiyah

doa iftitah dalam sholat versi muhamadiyah

Bacaan Doa Iftitah Dalam Sholat Versi Muhammadiyah diatas bisa juga kalian bacakan dan amalkan sesaat takbiratul ikhram disaat mengerjakan Sholat Wajib Lima waktu maupun mengerjakan Sholat sunnah, karena biasanya Doa Iftitah Dalam Sholat tersebut sering dibacakan oleh Umat Muslim – Muslimah organisasi (golongan) Muhammadiyah.

4. Bacaan Doa Iftitah Versi Nahdlatul Ulama (NU)

bacaan doa iftitah versi nu dan terjemahannya

Bacaan Doa Iftitah Versi NU tersebut bisa kalian bacakan ketika kalian mengerjakan Sholat, baik disaat mengerjakan Sholat Wajib Lima Waktu maupun didalam Sholat Sunnah disetiap harinya. Dan biasanya Lafadz Doa Iftitah Dalam Sholat tersebut, dibacakan oleh Mayoritas Umat Islam NU di Indonesia.

Demikianlah pembahasan mengenei Bacaan Doa Iftitah Pendek dan Panjang yang bisa kalian bacakan ketika sedang mengerjakan Sholat, baik Sholat Wajib dan Sholat Sunnah sehingga jika kalian akan mengerjakan Sholat Sunnah seperti Sholat Sunnah Tahajud maka bisa membaca salah satu Doa Iftitah diatas.

Namun sekali lagi perlu disampaikan kepada kalian bahwa didalam Hukum Membaca Doa Iftitah itu Sunnah sehingga kalian bisa memilih untuk membacanya ataupun tidak membacanya, hanya saja sangat dianjurkan sekali bagi kalian untuk membaca doa iftitah dalam shalat ini karena akan mendapatkan pahala sunnah yang banyak jika doa iftitah dibacakan.

tempat dilarang shalat di ajaran islam

7 Tempat Dilarang Shalat Sesuai Hadits Yang Shahih

Didalam ajaran islam sendiri sudah menerangkan bahwa terdapat Tempat – Tempat Dilarang Shalat, baik itu dilarang untuk mengerjakan Shalat Wajib Lima Waktu maupun dilarang untuk mengerjakan Shalat Sunnah seperti Shalat Sunnah Tahajud, Shalat Sunnah Istikharah, Shalat Sunnah Hajat, Shalat Sunnah Dhuha dan Shalat Sunnah yang lainnya. Oleh karena itu, dikesempatan ini saya sebagai Penulis Mistamaja HP ini akan menjelaskan kepada kalian Para Pembaca Muslim tentang 7 Macam Tempat Dilarang Mengerjakan Shalat secara lebih detail.

Hal tersebut dikarenakan, saya sebagai penulis online sangat meyakini bahwa diluar sana masih banyak Masyarakat Muslim yang ada di Indonesia yang belum cukup memahami dan belum cukup mengerti akan pembahasan mengenai Tempat Dilarang Melaksanakan Shalat ini, padahal Materi Islam ini cukup penting sekali untuk diketahui bagi setiap Muslim – Muslimah karena didalam mengerjakan Shalat Wajib dan Shalat Sunnah ternyata terdapat Syarat Sah Mengerjakan Shalat yang harus dipenuhi oleh setiap Muslim, dan hal ini termasuk kedalam Syarat Sahnya Sholat.

tempat dilarang shalat di ajaran islam

7 Tempat Dilarang Shalat di Ajaran Islam

Langsung saja, didalam Tujuh Tempat – Tempat Dilarang Untuk Mengerjakan Shalat di Ajaran islam sendiri telah dijelaskan didalam Hadits Shahih Riwayat Ibnu Umar, bahwa ia berkata : ” Sesungguhnya Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam telah melarang mengerjakan Shalat di tujuh tempat yakni : Tempat Pembuangan Sampah, Tempat Penyembelihan Hewan, Kuburan, di tengah – tengah jalan, di Kamar Mandi, di Kandang Unta dan di Atas Bangunan Ka’bah ”.

Adapun tempat – tempat yang dilarang untuk mengerjakan shalat tersebut, tentunya mempunyai penjelasan – penjelasan tersendiri mengapa tidak dibolehkan untuk mengerjakan shalat. Dan penjelasan ini bisa kalian baca dan pahami dibawah ini :

1. Tempat Pembuangan Sampah

Tempat Pembuangan Sampah merupakan salah satu tempat yang dilarang untuk mengerjakan Shalat Wajib maupun Shalat Sunnah bagi setiap Muslim – Muslimah, karena di tempat pembuangan sampah tersebut tentunya terdapat banyak Najis, Bau dan tidak suci sehingga sangat tidak layak jika seorang Muslim – Muslimah saat Bersembahyang (shalat) menghadap kepada Allah SWT ditempat yang banyak Najis, dan Bau.

2. Tempat Penyembelihan Hewan

Lalu Tempat Penyembelihan Hewan juga merupakan salah satu Tempat Dilarang Untuk Shalat. Alasannya ialah ditempat penyembelihan hewan tersebut tidaklah suci dan banyak terdapat Najis, seperti Najis Darah Hewan yang telah disembelih maupun Najis Kotoran – Kotoran dari Hewan tersebut.

3. Kuburan

Salah satu Tempat Dilarang Shalat lainnya ialah di Kuburan, alasannya ialah untuk menghindari dari penyembahan terhadap Kuburan atau menghindari penyembahan orang – orang yang telah meninggal dunia dan dikuburkan ditempat tersebut karena harus kalian ingat bahwa Manusia merupakan Makhluk Hidup yang sering sekali lalai dan lupa.

4. Di Tengah – Tengah Jalan

Lalu tempat dilarangnya mengerjakan shalat yang lain ialah mengerjakan shalat di tengah – tengah jalan yang menganggu jalan orang karena hal tersebut akan menganggu orang lain, tetapi jika mengerjakan shalat di tengah – tengah jalan yang tidak menganggu orang lain dan tidak digunakan, masih dibolehkan.

5. di Kamar Mandi

Kamar Mandi merupakan salah satu tempat yang tidak boleh untuk mengerjakan shalat, alasannya sudah cukup jelas bahwa didalam Kamar Mandi atau sering kita sebut dengan WC merupakan salah satu tempat dimana banyaknya Najis sehingga tidak dibolehkan untuk mengerjakan shalat di dalam Kamar Mandi.

6. Di Kandang Unta

Untuk Tempat Dilarang Mengerjakan Shalat selanjutnya ialah didalam Kandang Unta, alasannya dikarenakan didalam Kandang Hewan Unta merupakan tempat tinggal para setan, apalagi jika didalamnya masih ada Hewan Unta didalamnya yang memungkinkan banyak Kotoran (Najis) di kandang unta tersebut.

7. Diatas Bangunan Kabah

Adapun untuk Tempat Dilarang Shalat terakhir ialah mengerjakan shalat diatas bangunan ka’bah, alasanya ialah mengerjakan shalat diatas Ka’bah itu tidak sepenuhnya menghadap ke Kiblat, melainkan menghadap sebagian arah kiblat saja.

Mungkin seperti itu saja pembahasan mengenai Tempat – Tempat Dilarang Shalat di Ajaran Islam, dan semoga saja apa yang telah dituliskan di dalam Artikel ini bisa berguna dan bermanfaat bagi kalian Para Pembaca Online karena sekali lagi perlu disampaikan kepada kalian bahwa salah satu dari Syarat Sah Mengerjakan Shalat ialah mengerjakan Shalat ditempat yang suci dari Hadats dan Najis, seperti yang telah dijelaskan oleh kami diartikel sebelumnya.

perbedaan syarat wajib dan syarat sah shalat

Pengertian Syarat Sah Shalat dan Syarat Wajib Shalat Fardhu

Sebelum membahas terlebih jauh mengenai Perbedaan Syarat Sah dan Syarat Wajib Shalat Fardhu, ada baiknya bagi kalian sebagai seorang muslim untuk mengetahui bahwa mengerjakan Shalat Fardhu Lima Waktu itu sudah diwajibkan atas setiap muslim yang telah memasuki Syarat Wajib Mengerjakan Shalat Wajib Lima Waktu, karena didalam Hukum Mengerjakan Shalat Fardhu sendiri ialah Fardhu Ain sehingga akan mendapatkan keutamaan dan pahala yang banyak bagi setiap muslim – muslimah yang mengerjakannya.

Tetapi akan mendapatkan dosa besar bagi setiap muslim – muslimah yang secara sengaja meninggalkan shalat wajib lima waktu ini. Dalil yang menjelaskan bahwa seorang muslim – muslimah telah diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala untuk mengerjakan shalat wajib lima waktu, telah banyak dijelaskan didalam Kitab Suci Al Qur’an. Salah satunya bisa kalian baca Firman Allah Subhanahu wa ta’ala didalam Al Qur’an Surat Al Baqarah Ayat 43 yang berbunyi : ” Dan dirikanlah Shalat, tunaikan-lah zakat dan ber’rukulah bersama orang – orang yang ruku ”.

perbedaan syarat wajib dan syarat sah shalat

Selain Firman Allah Subhanahu wa ta’ala didalam Surat Al Baqarah Ayat 43 tersebut, tentunya masih banyak lagi dalil – dalil diwajibkan atas seorang muslim untuk mengerjakan shalat wajib lima waktu didalam Al Qur’an. Namun saat ini kami kembalikan ke topik utama, yakni Perbedaan Syarat Wajib Shalat dengan Syarat Sah Shalat karena topik ini cukup penting untuk dipahami oleh kalian Pembaca Muslim. Mungkin ada baiknya kalian memahami terlebih dahulu tentang Pengertian Syarat Wajib dan Syarat Sah Shalat Fardhu yang telah dijelaskan dibawah ini :

Pengertian Syarat Wajib Shalat Fardhu

Adapun didalam Pengertian Syarat Wajib Mengerjakan Shalat Fardhu Lima Waktu ini adalah syarat atau ketentuan yang harus dimiliki oleh setiap muslim – muslimah sebelum mengerjakan shalat wajib lima waktu. Untuk Macam Syarat Wajib Shalat Fardhu menurut Jumhur Ulama antara lain :

1. Beragama Islam

2. Baligh (Sudah Dewasa)

3. Berakal (Tidak Gila)

Sehingga bisa disimpulkan bahwa jika seseorang telah memenuhi ketentuan – ketentuan Syarat Wajib Shalat Fardhu tersebut maka seorang muslim – muslimah telah wajib mengerjakan shalat fardhu lima waktu, tetapi jika salah satu saja macam syarat wajib shalat fardhu diatas tidak ada (tidak terpenuhi) maka ia tidak diwajibkan untuk mengerjakan shalat fardhu.

Pengertian Syarat Sah Shalat Fardhu

Kemudian didalam Pengertian Syarat Sah Shalat Fardhu ini adalah ketentuan atau persyaratan yang harus ada dan harus dilakukan oleh seorang Muslim – Muslimah sebelum ia mengerjakan shalat wajib lima waktu. Hal ini berkaitan dengan sah atau tidaknya shalat yang akan ia kerjakan, dan untuk Macam Syarat Sah Shalat Fardhu tersebut antara lain :

1. Suci dari Hadats dan Najis

2. Berpakaian yang Suci

3. Mengerjakan Shalat di Tempat Yang Suci

4. Mengetahui Waktu Mengerjakan Shalat

5. Menghadap ke Kiblat.

Bisa disimpulkan jika seseorang muslim tidak memenuhi salah satu saja dari ketentuan – ketentuan syarat sah shalat fardhu tersebut, maka shalat fardhu yang akan dikerjakan oleh seorang muslim tersebut tidak lah Sah.

Seperti itulah pembahasan mengenai Syarat Wajib Shalat dan Syarat Sah Shalat yang ada didalam Ajaran islam menurut Jumhur Ulama, dan dengan memahami ulasan ini semoga saja kalian sebagai seorang Pembaca Online yang Muslim – Muslimah bisa mengetahui Perbedaan Antara Syarat Wajib dan Syarat Sah Shalat Fardhu ini, karena sekali lagi perlu disampaikan bahwa Materi Islam ini sangat penting untuk dipahami oleh kalian Para Pembaca Muslim di Indonesia.

pengertian dan tanda baligh di ajaran islam

Pengertian Baligh dan Tanda – Tanda Baligh Menurut Islam

Pembahasan mengenai Pengertian Baligh dan Tanda – Tanda Baligh menurut Ajaran Islam sendiri sangatlah penting untuk diketahui oleh kalian Para Pembaca Muslim, karena salah satu dari Syarat Wajib Shalat Fardhu ialah sudah Baligh. Selain itu, didalam mengerjakan Ibadah – Ibadah yang lainnya sendiri salah satu persyaratan yang harus dipenuhi oleh setiap Muslim – Muslimah ialah Sudah Akil Baligh, sehingga jika seseorang muslim belum masuk kedalam Kategori Baligh maka tidak diwajibkan untuk mengerjakan Shalat Lima Waktu dan Ibadah yang lainnya.

Oleh karena itu bisa disimpulkan bahwa Seorang Anak yang belum mencapai Umur (Usia) yang termasuk kedalam Kategori Baligh maka mereka belum diwajibkan dan belum terbebani dengan berbagai kewajiban dalam melakukan Ibadah – Ibadah di Ajaran islam, hanya saja bagi kalian Para Orang Tua ada baiknya untuk selalu melatih Anak Anda dan mengenalkan tentang kewajiban akan mengerjakan Shalat Fardhu, agar kedepannya mereka (Anak Anda) bisa memahami bahwa salah satu kewajiban seorang Muslim ialah mengerjakan Shalat Wajib Lima Waktu.

pengertian dan tanda baligh di ajaran islam

Pengertian Baligh di Ajaran Islam

Adapun didalam Pengertian Baligh menurut Bahasa sendiri mempunyai artian ” Sampai ”, dan Pengertian Baligh menurut Istilah ialah telah sampainya Usia seseorang pada tahap kedewasaannya, atau usia anak dimana sudah mencapai pengalihan dari masa kanak – kanak menuju ke masa kedewasaan.

3 Tanda – Tanda Baligh Menurut Islam

Kemudian untuk tanda – tanda seorang anak telah memasuki masa baligh ini sendiri bisa kalian baca didalam Kitab Safinatun Najah yang ditulis oleh Syaikh Salim bin Sumair Al Hadlrami, didalam Kitab tersebut Syaikh Salim bin Sumair Al Hadlrami menjelaskan bahwa terdapat 3 Macam Tanda Baligh yang antara lain :

1. Sempurnanya Umur

Tanda Akil Baligh yang pertama ialah sempurnanya umur baik seorang Anak Laki –  Laki dan seorang anak perempuan. Didalam Kitab tersebut menjelaskan bahwa Sempurnanya umur seorang anak Laki – Laki ialah ketika sudah memasuki umur minimal 15 tahun, dan Sempurnanya Umur seorang anak Perempuan minimal 9 tahun.

2. Keluarnya Air Mani

Untuk Tanda Seorang Anak Laki – Laki Sudah Baligh yang kedua ialah keluarnya Air Mani, dan keluarnya air mani ini menjadi tanda baligh yang sudah disepakati oleh para Jumhur Ulama. Keluar air maninya ini bisa dikeluarkan secara sengaja seperti melakukan hubungan badan, ataupun keluar secara tidak sengaja seperti keluar saat sedang tidur (mimpi basah).

3. Haid atau Menstruasi

Adapun Tanda Seorang Anak Perempuan Sudah Baligh lainnya ialah saat seorang anak perempuan mengalami proses Haid (Menstruasi) untuk pertama kalinya, dan biasanya proses pertama kali Haid (Menstruasi) tersebut terjadi di Usia 9 Tahun.

Dari penjelasan tersebut, maka bisa disimpulkan bahwa Seorang Anak Laki – Laki dan Seorang Anak Perempuan yang telah mengalami salah satu dari Tanda – Tanda Baligh tersebut, maka sudah bisa dikatakan mereka sudah Baligh (Sudah Dewasa) dan wajib untuk mengerjakan Ibadah – Ibadah yang telah diwajibkan untuk mereka kerjakan seperti Shalat Wajib Lima Waktu.

Namun perlu kalian ketahui juga bahwa jika seorang Anak baik Anak Laki – Laki dan Anak Perempuan telah memasuki umur 7 tahun dan telah Mumayyiz maka Orang Tua sudah diwajibkan untuk memerintahkan Anak nya tersebut untuk melakukan Sholat, beserta hal – hal yang berkaitan dengan sholat seperti Wudhu, Berdoa dan lain lainnya, tujuannya sudah tentu untuk melatih anak anda dan untuk mengenal anak anda dari dini tentang perkara shalat dan ibadah – ibadah yg lainnya.

Mungkin seperti itu saja pembahasan mengenai Materi Islam tentang Pengertian Akil Baligh dan Tanda – Tanda Baligh secara lebih detail di ajaran islam, dan semoga saja apa yang telah dijelaskan oleh penulis di artikel ini bisa bermanfaat dan berguna bagi kalian para pembaca online di laman website mistamaja hp ini, karena sebagai penulis sangat meyakini bahwa diluar sana sudah tentu masih banyak pembaca muslim yang belum begitu memahami tentang salah satu Syarat Wajib Shalat Fardhu ini.